Assalamualaikum and Good Afternoon
Supervision Rooms Division
This artikel i wanna tell you about " HOW TO HANDLING GUEST FROM CHECK-IN UNTIL CHECK-OUT " and this artikel i wanna share HOW TO COUNT STOCK STAFF, STRUCTURE ORGANITATION FRONT OFFICE INCLUDE WITH JOB DESCRIPTION.
https://drive.google.com/open?id=1iYM7fKjbwAtX729p5JZOl6vrV_tIXOuw
This video as an illustration of How To Handling Guest Check-In until Check-Out.
1) GSA (
Guest Service Assistance ) / Receptionist
Pada saat Tamu akan ke counter untuk membuat
Regestrasi mereka akan disambut oleh
receptionist yang berada di counter front office . Recepsionist akan memberikan
sambutan hangat untuk para tamu dengan memberikan salam , ucapan selamat datang
dan menawarkan bantuan dengan senyum ramah tapi cekatan .
Dalam beberapa tamu hotel untuk menangani penerimaan
tidak hanya check-in tetapi juga menangani tamu check out. Mengkin penggabungan
ini dilakukan jika hotel telah menerapkan sistem komputer . Ada banyak istilah
untuk bagian ini , seperti Front Desk Agent ( FDA ) , Guest Service Agent ( GSA
), duta besar , Reservation . Recepsionist adalah orang yang penting bagi tamu
hotel . Para tamu yang paling sering melakukan panggilan telepon selama mereka
tinggal di hotel adalah kepada recepsionist. Tentu saja recepsionist akan
menciptakan dan memelihara citra yang baik dan membuat tamu ingin datang
kembali ke hotel .
Tugas dan tanggung jawab
- Menyambut
tamu,
- Proses
pendaftaran tamu,
- Mempersiapkan kedatangan tamu dan menentukan ruang tamu,
- Berurusan
dengan kunci kamar,
- Menjawab
telepon dengan cepat dan ramah,
- Penanganan permintaan tamu selama menginap,
- Berkoordinasi dengan departemen lain untuk memenuhi tamu Kebituhan,
- Mengatasi
masalah terkait dengan produk dan layanan hotel,
- Membuat
laporan yang berhubungan dengan tamu dan tarif kamar hunian sebagai pernyataan laporan tamu yang menginap di hotel.
Awal kegiatan persiapan penerimaan
1. Membaca
buku log book, berfungsi untuk memberikan update mengenai hal-hal atau masalah
yang memerlukan tindak lanjut dari petugas dalam kelompok kerjasebelumnya
berikutnya kelompok kerja untuk memfasilitasi pekerjaan dan memastikan bahwa
layanan tamu diberikan secara maksimal karena segala hal penting yang berkaitan
dengan catatan .
2. Status
Akurasi ruang rak ( rak kamar ) rak Room adalah salah satu kelengkapan di
recepsionist . Dengan bantuan rak kamar ini Recepsionist akan dengan mudah
mengetahui status dari masing-masing kamar. sehingga akan mempercepat proses
penentuan ruang penjualan dan kamar. Beberapa informasi di rak kamar :
- Alokasi kamar
- Nomor kamar
- Tarif
kamar
Kamar
status di hotel yang telah menggunakan sistem komputer , ruang rak tidak lagi
populer . Tapi prinsip yang sama memberikan informasi tentang status kamar
setiap hari sebagai recepsionist dalam penjualan informasi untuk kamar
3 . Menghitung tujuan roomThe adalah untuk menentukan apakah atau tidak ada kamar
yang tersedia yang bisa dijual pada hari itu . Khusus untuk berjalan -in tamu .
bagaimana menghitung kamar adalah sebagai berikut :
Jumlah kamar hotel - ( menempati kamar + rumah use-
check out check in room + ) = ruangan yang bisa dijual
4 .
Blocking kamar ( blocking kamar ) Satu set kegiatan yang dilakukan nomor kamar
sebelum kedatangan tamu yang sudah memesan kamar . Tujuannya adalah agar tamu
yang memesan kamar akan mendapatkan kamar sesuai dengan pemesanan .
5 Ruangan laporan status ( status laporan kamar
) laporan status Room dibuat sebelum kedatangan tamu tiba untuk memberikan
informasi rinci tentang status kamar tamu . Informasi Rdapat laporan status kamar
selalu berisi indikasi status kamar tamu. Fungsinya akan sama jika jika hotel
menggunakan sistem manual dengan rak status kamar.
6 .
Kedatangan daftar listThe diharapkan menyajikan infomasi tentang tamu yang akan
tiba pada hari tertentu . Dengan diharapkan kedatangan check list kemudian
recepsionist dapat mempersiapka :
Semua
kamar sudah dipesan oleh tamu dan diharapkan tiba pada hari itu ·
Nomor
kamar yang bisa dijual kepada tamu tanpa reservasi.
7 .
Sejarah mencatat kunjungan tamu ( record history tamu ) fungsi merekam sejarah
Guest untuk mengetahui siapa tamu yang sering menginap di hotel. Jadi kita
dapat mengatakan namanya saat bertemu dengan para tamu. Selain itu kami juga
akan memberikan layanan yang lebih besar untuk tamu yang telah menjadi
pelanggan untuk tinggal atau hotel bisnis.
8 .
Daftar tamu Pwnting ( daftar orang penting ) Tujuan pengelompokan tamu VIP di
hotel adalah untuk :
- Menyambut tamu dengan hangat kritis,
- Memberikan penghargaan kepada mereka,
- Perhatikan keberadaan mereka.
Dalam hal VIP dibagi menjadi beberapa kategori yang
disesuaikan dengan posisi , kantor , hotel dan opentingnya manfaat belakang
hotel untuk kerja sama yang positif di masa depan , yaitu :
VVVIP (
orang yang sangat sangat sangat penting ) ·
VVIP (
orang yang sangat sangat penting ) ·
VIP (
orang yang sangat penting ) ·
IP ( orang
penting ) ·
CIP (
orang penting secara komersial ) ·
SPATT (
perhatian tamu istimewa )
Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada GSA sebagai berikut :
1. Terjadinya kesalahan dalam memblokir kamar,
2. Terjadinya kesalahan dalam membagikan tipe bed kamar pada tamu,
3. Lambatnya proses handling guest baik itu check-in ataupun check-out,
4. Kurangnya pemahaman bahasa yang di miliki oleh seorang GSA,
5. Kurangnya pemahaman dalam menangani komplainan tamu.
2) GRO ( Guest Relation Officer )
Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada GSA sebagai berikut :
1. Terjadinya kesalahan dalam memblokir kamar,
2. Terjadinya kesalahan dalam membagikan tipe bed kamar pada tamu,
3. Lambatnya proses handling guest baik itu check-in ataupun check-out,
4. Kurangnya pemahaman bahasa yang di miliki oleh seorang GSA,
5. Kurangnya pemahaman dalam menangani komplainan tamu.
2) GRO ( Guest Relation Officer )
Guest Relation Officer Hotel adalah salah satu
petugas yang berhubungan langsung dengan tamu, mereka adalah orang pertama yang
menyambut dan memberikan salam pada saat tamu tiba. Demi memberikan pelayanan
yang terbaik kepada tamu seorang GRO harus memastikan selama tamu menginap
mereka mendapatkan kesan atau atau pengalaman yang tak terlupakan. Posisi GRO juga memastikan tamu merasa senang dan
nyaman sejak pertama kali mereka menginjakan kaki sampai mereka pergi meninggalkan
hotel.
Seorang GRO harus memiliki kemampuan untuk menghafal
atau mengenali nama nama tamu, walaupun GRO tidak dapat menghafal nama seluruh
tamu yang menginap pada saat itu, mereka setidaknya bisa menghafal tamu-tamu
tetap (repeater guests). Seorang GRO harus bisa membuat schedule mingguan ataupun bulanan staff di front office.
GRO menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada
tamu yang tiba dan mengucapkan salam perpisahan saat tamu akan pergi. GRO
meriview daftar tamu harian yang akan tiba (Expected Arrival List) mendampingi,
menyiapkan dan mendistrubusikan aminities untuk menyabut tamu tiba.
GRO bertugas mengantar tamu VIP ke kamar dan megecek
kondisi kamar-kamar tersebut sebelum tamu masuk. GRO harus bertindak sigap dan tangkas
dalam membantu tamu sesuai apa yang mereka butuhkan. Ketika ada komplain, GRO
akan mengizinkan tamu untuk berbicara terlebih dahulu kemudian menawarkan
solusi.
GRO mencatat segala aktifitas harian di logbook
untuk memastikan petugas shift selanjutnya mengetahui segala sesuatu yang
membutuhkan perhatian ekstra (Extra Attention). Seorang GRO juga harus selalu menjaga
sikap ramah tamah dan etika dalam menyambut tamu, selain itu GRO juga
mempromosikan seluruh fasilitas hotel dan mengetahui area sekitar jika suatu
saat tamu menanyakan arah, GRO harus menghafal dan mengenali tempat tempat
terbaik untuk berwisata, berbelanja dan wisata kuliner.
Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada GRO, sebagai berikut :
1. Lupa membuat atau mengecek log book yang biasanya juga di buat oleh seorang GSA,
2. Lupa mengecek VIP list yang akan check-in,
3. Tidak menghafal atau mengenali tempat-tempat wisata, tempat kuliner ataupun tempat berbelanja pada daerah tempatnya bekerja,
3)
Greeter
Seorang greeter bertugas sebagai penyambut tamu ketika tamu masuk ke lobby hotel dan mengarahkan tamu ke reception, kalau hotel lagi low occupancy seorang greeter juga sesekali bertugas membantu bellboy dalam hal mengangkat barang bawaan tamu dan membantu memesankan taxi ataupun taxi online buat tamu yang butuh taxi.
Adapun permasalahan yang biasa ada pada seorang greeter sebagai berikut :
1. Tidak membukakan pintu lobby buat guest yang mau masuk,
2. Tidak senyum dan menyapa guest,
3. Tidak mengarahkan tamu ke reception,
4. Kurangnya pemahaman bahasa seorang greeter untuk menyambut tamu asing.
4) Telephone Operator
Tugas utama seorang telepon operator adalah menerima atau menyambungkan
telepon, dari atau untuk tamu dihotel maupun diluar hhottel. Disamping tugas
utama, ada beberapa tugas lain, yaitu:
·
Memberikan pelayanan wake up call
·
Mengoperasikan switch board
·
Memberikan informasi kepada tamu
·
Pelayanan pemutaran
kaset/video/public music
·
Membuat telepon billing
·
Menerima pesan dari tamu, untuk tamu
·
Menjaga kebersihan area kerja
·
Menjaga sopan santun bertelepon
·
Melayani sambungan local, interlokal,
dan internasional
·
Menerima dan mengirim faxcimile dari
tamu maupun dari manajemen hotel
·
Membuat laporan sambungan telepon
local, interlokal, maupun internasional
·
Menangani laporan ancaman bom
Bagian operator juga bagian terpenting dalam sebuah
hotel.seorang telepon operator harus bersikap ramah dalam memberikan pelayanan
kepada tamu. Karena lawan bicara tidak terlihat, karyawan di bagian telephone
operator tidak berhak memberikan informasi kepada penelepon tentang keadaan
tamu diluar kamar, walaupun itu sangat diminta oleh penelepon, sebab hal itu
akan mengganggu ketenangan dan privasi tamu, dan bisa saja si penelepon
memiliki niat yang tidak baik. Telephone operator juga disebut ujung tombak
dari suatu perusahaan,karena para petugas dibagian ini memegang peran sebagai
penyambung lidah antara perusahaan. Sebagai ujung tombak, seorang telepon
operator harus mampu mengembangkan kepribadiannya di dalam bertelepon. Suara
anda harus berirama baik, kata-kata yang diucapkan harus jelas, intonasi suara
penuh keramahan, penuh perhatian dan selalu berkonsentrasi setiap melakukan
perbincangan. Petugas telepon operator harus mampu dan memahami seluk beluk
telepon, baik local maupun internasiona, dan juga harus mampu mengucapkan
“spelling board” dengan benar dan juga hafal dengan extention number yang ada
dihotel.
Istilah-isilah di telephone operator :
· Collect
Call : permintaan percakapan telepon yang mana tagihan telepon ditagihkan pada
penerima telepon.
·
Talk
Free Call : percakapan telepon luar negeri atau dalam negeri lewat di system
pelayanan otomatis yang biayanya di bedakan kepada orang yang di panggil. Nomor
talk free call biasanya di bedakan secara umum kepada siapa saja yang yang
membutuhkannya, biasanya dalam bidang bisnis.
· Fix
time Call : permintaan percakapan telepon yang waktunya ditenukan oleh
pemanggil dengan persetujuan operator.
· Conference
call : percakapan telepon oleh tiga orang atau lebih dengan menggunakan perlengkapan
tertentu.
· Credit
Card Call : Permintaan percakapan telepon yang pebayarannya di tanngung oleh
pemegang kartu kredit
Adapun masalah-masalah yang ada di Telephone Operator, sebagai berikut :
1. Salah dalam menyambungkan extension tujuan,
2. Lupa mencatat nomor telephone out going call yang masuk,
3. Lupa melakukan wake up call kepada tamu yang request wake up call,
4. Lupa melakukan greeting call dalam menangani telephone,
5. Kurangnya pemahaman bahasa asing yang di miliki seorang petugas Telephone Operator,
6. Tidak membuat logbook.
5)
Bellboy atau Bellmaid
Bellboy
atau Bellmaid adalah posisi atau bagian yang membantu tamu dalam urusan
barang-barang bawaan dan transportasi. Bell Boy bertanggung jawab
dan memastikan bahwa tamu telah mendapatkan pelayanan dan sambutan yang hangat.
Bertanggung jawab atas penanganan barang-barang bawaan tamu, transportasi dan
informasi telah tamu dapatkan dengan efisien dan sopan serta propesional.
Tugas-tugas seorang bellboy, sebagai berikut :
Mengambil dan mengantar barang-barang bawaan
tamu saat datang maupun saat tamunya berangkat pulang.
Memberi kode pada barang-barang tamu agar
tidak tertukar sengan barang tamu lainnya.
Mengambil dan mengantar barang tamu dengan
cepat dan efisien ke dan dari kamar tamu.
Menyediakan pelayanan transportasi kepada
tamu.
Membukakan pintu mobil untuk tamu.
Memastikan tidak ada kendaraan yang parkir di
jalan masuk pintu Lobi Hotel.
Bisa dan siap menjawab segala pertanyaan dati
tamu.
Mengantarakan pesan berupa surat atau fax ke
kamar tamu.
Dapat menjalankan tugas sesuai dengan yang
dibutuhkan.
Mengumpulkan baran-barang tamu.
Menerima tugas-tugas lainnya dari Bell Captain.
Menjga pintu Lobi bebas dari kertas-kertas
atau sampah lainnya.
Berdiri dan menjaga pintu masuk Lobi.
Memastikan tidak ada barang bawaan tamu
tertinggal dalam taksi saat tamu datng menggunakan taksi.
Memarkir mobil tamu ke area parkir yang telah
disediakan.
Membantu tamu dalam memberikan informasi tentang fasilitas hotel setelah tamu cek in.
Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada Bellboy atau Bellmaid, sebagai berikut :
1. Lupa memberikan lagguage tag pada barang bawaan tamu,
2. Dalam menangani barang bawaan tamu biasanya tertukar,
3. Lupa mengantarkan barang bawaan tamu yang sudah melakukan checkin,
4. Terjadinya kerusakan pada barang bawaan tamu yang diakibatkan ketidak telitian seorang bellboy atau bellmaid,
5. Tidak membantu tamu dalam menangani barang bawaan tamu,
6. Kurangnya pemahaman bahasa asing yang dimiliki seorang bellboy atau bellmaid.
6) Room Attendant atau Room Boy/Room Maid
Hotel menyediakan banyak fasilitas untuk
memanjakan pelanggannya dengan memberi rasa nyaman dan aman agar pelanggan
merasa betah. Room mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk meningkatkan
image hotel secara keseluruhan. oleh sebab itu, room yang dijual kepada tamu
harus dijaga dan dirawat kebersihannya.
Adapun masalah-masalah yang ada di Room Attendant, sebagai berikut :
1. Kurang bersih dalam membersihkan kamar tamu,
2. Tidak mengganti linen-linen ketika membersihkan kamar tamu,
3. Tidak membersihkan di area-area yang tersembunyi,
4. Tidak membersihkan semua kaca yang ada dalam kamar,
5. Lupa menaruh amenities,
6. Tangan jail ketika mengerjakan kamar yang statusnya occupied.
7) Public Area Section
Adapun masalah-masalah yang ada di Public Area Section, sebagai berikut :
8) Order Taker Housekeeping
Adapun masalah-masalah yang ada di Public Area Section, sebagai berikut :
1. Lupa mencatat segala informasi dari telepon atau complaint tamu pada log book, atau dari department lain, maupun telepon dari luar,
2. Kesalahan melakukan proses perhitungan ketika hendak melakukan pemesanan barang,
3. Kurangnya ketegasan dalam memproses barang Lost and Found sehingga para staff dengan gampangnya mengambilnya.
9) Laundry dan Linen Section
Laundry
Laundry adalah bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab atas pencucian semua linen, baik itu house laundry maupun guest laundry. Sekarang ini dalam menjalankan operasionalnya, laundry juga melayani pencucian dari luar hotel yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatannya.
Tugas utama laundry adalah membantu operasioanal hotel yang berhubungan dengan proses pencucian linen untuk guest room, restaurant dan meeting room serta uniform bagi karyawan. Sekarang ini, penyediaan fasilitas laundry sangat wajib, selain fasilitas bagi tamu juga untuk memenuhi keperluan linen-linen bersih yang dibutuhkan bagi operasional hotel. Operasional laundry di suatu hotel sangat bervariasi, secara umum hingga pukul 21:00 malam bahkan lebih awal, sebagai usaha untuk menekaan biaya operasionalnya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menentukan jam operasional laundry di suatu hotel, antara lain:
If i have any mistakes, i wanna say sorry and i hope this article is useful for those who read this article.6) Room Attendant atau Room Boy/Room Maid
Seksi ini bertanggung jawab terhadap
pemeliharaan kamar tamu hotel, yang meliputi kebersihan, kerapian, keindahan
dan kenyamanan tamu di hotel. selain unsur-unsur penting itu pihak housekeeping
khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik–baiknya
sehingga tamu merasa puas selama tinggal di hotel dan menjadi pelanggan yang
tetap (repeat guest), Untuk melaksanakan tugas dengan baik seorang roomboy
harus mengetahui peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room
section.
Adapun ketentuan-ketentuan antara lain:
1.
Mengenakan seragam hotel ,sepatu dan kaus kaki yang ditentukan
2.
Selalu tepat waktu
dan bila ada
halangan diharap memberitahu sebelumnya
3.
Segera melaporkan kepada
supervisor atau kantor
tata graha jika menjumpai tamu yang sakit dan hal-hal
yang mencurigakan misalnya pencuri atau skipper.
4.
Harus ramah dan member salam pada tamu serta melayani tamu dengan senang
hati.
5.
Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya.
6.
Melaporkan dan membawa lost and found kepada supervior.
7.
Dilarang meninggalkan roomboy
station atau tempat
tugas tanpa izin supervisor.
8.
Dilarang mengobrol dengan sesama karyawan ataupun tamu.
9.
Dilarang merokok dan
berbicara keras-keras ditempat
tugas sehingga mengganggu kenyaman tamu.
10.
Dilarang menghidupkan radio atau nonton tv di kamar.
11.
Dilarang mengajak teman berkunjung kedalam hotel.
12.
Dilarang membawa barang atau apapun tanpa izin.
13.
Dilarang mengunakan lift tamu.
14.
Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi.
15.
Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass
key)
Tugas dan Tanggung Jawab Room Attendant
dalam Pelayanan
Room attendant merupakan petugas hotel yang berada pada
seksi kamar yang berhubungan
langsung dengan tamu (front of the house). Tugas dari room attendant dapat
dikatakan rumit dan berat karena complain yang datang dari tamu banyak sekali
hubunganya dengan kamar dan baik atau buruknya
kamar hotel tergantung dari kualitas room attendant hotel tersebut.
Harus diingat, bahwa pada tamu masuk kamar, pandangan pertamanya akan
ditunjukkan pada kerapian tempat tidur.
Mereka akan mendapatkan kesan yang pertama atas hotel secara keseluruhan
hanya dengan melihat kerapian tempat tidur tersebut.
Adapun
tugas dan tanggung
jawab room attendant
dalam pelayanan adalah sebagai berikut.
1.
Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya ( dalam arti yang luas )
baik atau buruknya kamar sangat tergantung
pada room attendant,
mulai dari ketelitian, kerajinan
maupun kualitas. Seorang room attendant yang rajin, teliti, dan terampil dalam
melaksankan pekerjaannya akan dapat menghasilkan kamar yang bersih, rapi,
lengkap dan nyaman. Oleh sebab itu room attendant harus mengerjakan
kamar dengan teliti dan memeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya.
2.
Melayani tamu. Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak
dibatasi waktunnya, sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi,
siang, sore, maupun malam hari. Pelayanan memiliki defenisi sebagai suatu usaha
yang dilakukan oleh manusia dan untuk manusia, dalam rangka memenuhi kebutuhan
– kebutuhan serta tujuan – tujuannya sehingga membuat tamu merasa puas. Agar
tamu dapat merasa puas maka room attendant
harus dapat memeberikan
pelayanan yang berkualitas.
3.
Menjalin kerja sama dengan sesama room attendant dan seksi – seksi lain
yang berada di housekepping department,
bahkan dengan seksi yang berada
di department lain. Hal ini perlu dilaksanakan karena industri hotel
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yang terdiri dari beberapa
department yang masih memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat berjalan
dengan sendirinya.
Untuk
melaksnakan tugas pelayanannya,
room attendant dalam
kesehariannya dibagi menjadi tiga
shift dalam pelaksannannya, yaitu :
1.
Morning Shift :Pukul
08.00 – 16.00
2.
Evening Shift :Pukul
16.00 – 00.00
3.
Night Shift
:Pukul 00.00 – 08.00
Ruang lingkup Operasional Pelayanan Room Attendant
Room Attendant dipimpin oleh Floor
Capatain yang bertanggung jawab langsung kepada Executive Housekeeper.
Floor Captain bertanggung jawab akan kelancaran tugas operasional
pemeliharaan dan kebersihan kamar tamu
yang dilaksanakan oleh Room Attendant. Ruang lingkup yang menjadi
tanggung jawab pelayanan Room Attendant adalah kamar – kamar tamu dengan
mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale). Untuk melaksanakan
tugas dengan baik seorang Room Attendant
harus mengetahui ketentuan – ketentuan yang berlaku di Room Section
sehingga setiap room Attendant dapat melaksanakan tugasnya dengan baik yang
nantinya akan mendatangkan kepuasan kepada tamu dengan pihak hotel.
Menentukan Pembersihan Kamar
Mulai dari permintaan tamu (request
early cleaning)
Kamar-kamar dengan code VIP
Kamar dengan tanda “Service” atau
“Please make up my room“
Kamar kosong dengan status kotor (vacant
dirty)
Kamar yang masih ada tamunya (occupaid /
stayovers)
Kamar dengan status expected departure
(ED)
Namun kondisi hotel dengan occupancy
tinggi, biasanya housekeeping akan menguamakan kamar yang status vacant dirty
menjadi prioritas utama untuk dibersihkan agar kamar tersebut dapat dijual ke
tamu yang lain.
Membersihkan Kamar Tamu
Dalam hal ini, Room Attendant berperan
penting untuk meningkatkan image hotel terhadap pelanggan dengan cara
menyediakan, mempersiapkan dan menjaga kebersihan setiap kamar tamu. Kondisi
kamar dapat menyampaikan suatu pesan dan buruknya karyawan dalam mempersiapkan
kamar yang nyaman dan bersih bagi tamu.
Selain kebersihan, kecepatan untuk
menyediakan kamar bersih juga memberikan nilai tambah bagi housekeeping.
Ketersediaan kamar akan mengindari tamu untuk menunggu pada saat check in. Oleh
sebab itu, Ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka
Floor Supervisor harus me-release status kamar tersebut secepatnya. Jangan
menunda!.
Prosedur pembersihan kamar perlu
diperhatikan sedemikian rupa untuk memastikan semua bagian di dalam kamar tidak
ada yang terlewatkan. Pembersihan harus dilakukan secara detail termasuk
kerapian, kelengkapan amenities dan kebersihan. Pekerjaan utama dalam proses
pembersihan kamar terdiri dari preperation (persiapan), process (pembersihan)
dan finishing (pengecekan).
1.
Persiapan
Pada tahap persiapan ini, room Attendant
melakukan persiapan sebagai berikut :
1.
Melapor ke housekeeping office dengan menandatangani daftar hadir
(attendance record) pada kolom Time In.
2.
Mengambil room assignment sheet yang merupakan daftar kamar-kamar yang
harus dikerjakan oleh room attendant. room assignment sheet ini dipersiapkan
oleh floor supervisor untuk mengatur alokasi room atttendant dalam pembersihan
semua kamar di hotel.
3.
Mengambil kunci kamar (Master key) sesuai dengan daftar kamar pada room
assignment sheet kemudian menandatangani pada “key log book” pada kolom Key
Out.
4.
Mengikuti “Morning briefing” yang dipimpin oleh supervisor untuk mendapatkan
informasi mengenai aktivitas hotel misalnya : EA, ED, VIP, dan lain-lain.
5.
Room attendant menuju section masing-masing sesuai dengan lantainya
kemudian mengambil “trolley” sebagai tempat penyimpanan semua peralatan
penunjang kamar.
6.
Kemudian, mengecek semua kamar untuk memastikan status kamar sesuai dari
system komputer sama dengan status fisik. Selain itu, tujuan lainnya adalah
mengecek laundry tamu, mengecek kamar yang ada tanda “SERVICE dan DND” dan
sebagai laporan untuk room discrepancy
7.
Hasil pengecekan fisik ini akan dilaporkan ke floor supervisor sabagai
laporan morning housekeeping report setelah dikumpulkan dari semua room
attendant yang bertugas.
8.
Room attendant sudah siap melakukan pembersihan kamar. biasanya akan
dimuali dari kamar-kamar yang ada tanda “service”.
2.
Pembersihan
Pada tahap ini, room attendant sudah
siap membersihkan kamar tamu, Prosedur pembersihan yang dilakukan meliputi
hal-hal sebagai berikut :
a.
Entering the guestroom
-
Bell kamar kemudian sebutkan “Housekeeping”, bila tidak ada respon
ulangi lagi. Jika juga tidak ada respon, buka pintu perlahan sambil mengatakan
housekeeping.
§
Jika ada respon dari dalam, tunggu hingga pintu dibuka oleh tamu
kemudian minta ijin apakah kamarnya dapat dibersihkan.
b.
Begining Task
-
Bawa masuk caddy tray dan linen bersih ke dalam kamar. letakkan caddy ke
bathroom dan linen diatas luggage rack.
-
Buka curtain supaya penerangan di dalam kamar lebih terang. Buka jendela
untuk sirkulasi udara segar (beberapa hotel jendela tidak dapat dibuka dengan
alasan keamanan).
-
Bawa gelas, ashtray, cangkir ke basin di bathroom. bila ada tray dar
room service hubungi room service untuk pick up.
-
Bersihkan tempat sampah dan buang sampah tersebut ke rubbish bag di
trolley.
-
Periksa semua ruangan untuk melihat apakah ada barang-barang tamu yang
tertinggal.
c.
Stripping the bed
-
Pindahkan bila ada barang / pakaian tamu ke tempat, setelah selesai
making kembalikan ke posisi awal.
-
Lepaskan sarung bantal satu per satu kemudian letakkan bantal diatas
meja/sofa.
-
Tarik sheet kotor satu per satu agar barang yang ada di bed tersebut
tidak terbawa ke laundry.
-
Pindahkan semua linen kotor ke linen bag pada trolley.
d.
Making the bed
-
Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.
-
Letakkan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing
sudutnya dengan membentuk sudut 45 derajat.
-
Letakkan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar
dengan tepi bed, kemudian rapikan hingga terlihat kencang.
-
Letakkan bantal yang sudah dipasang sarung bantal pada ujung bed dekat
head board.
-
letakkan bed runner sebelah bawah dari bed.
e.
Dusting
-
Proses dusting sebaiknya dilakukan secara terarah (se-arah jarum jam)
untuk memastikan semua furniture tidak ada yang terlewatkan termasuk door
entrance, skirting, desk table, chairs, window frame, coffee table, bed side table,
wardrobe, dan lain-lain.
-
Lengkapi semua guest amenities yang dipakai oleh tamu dengan yang baru
sebagai syarat kelengkapan kamar.
f.
Cleaning the bathroom
-
Bersihkan Glass tumbler yang kotor.
-
Bersihkan toilet, bathtup, shower, basin dan mirror.
-
Ganti towel yang kotor dengan yang bersih sesuai dengan standar.
-
Ganti dengan yang baru semua amenities yang dipakai. letakkan sesuai
dengan standar.
-
Bersihkan lantai kamar mandi, pastikan bahwa rambut tidak ada yang
tertinggal.
g.
Vacuuming the room
Vacuum lantai dari area yang paling jauh
dari pintu dengan cara berjalan mundur. pastikan semua permukaan lantai tidak
ada yang terlewatkan.
3.
Pengecekan
Pada tahap ini, room attendant memeriksa
ulang kamar yang telah dibersihkan agar kamar tersebut sesuai dengan standar.
Adapun prosedure pengeceken meliputi :
1.
Kebersihan merupakan tujuan dari proses pembersihan, target kebersihan
termasuk wall, furnitures, paintings, lamps, floor, linen, dan ceiling.
2.
Kerapihan merupakan pengaturan terhadap semua peralatan didalam kamar
agar tertata baik dan rapi agar kelihatan menarik.
3.
Kelengkapan merupakan proses pengecekan terhadap semua amenities dan
linens yang menjadi standar dari kamar tersebut dilengkapi setelah dipakai oleh
tamu.
4.
Kerusakan bertujuan untuk
memastikan semua perlengkapan di kamar dapat berfungsi dengan baik, misalnya
lampu yang mati, remot control, furniture yang tergores, dan lain-lain.
5.
Kesegaran merupakan proses pengecekan terhadap kesegaran kamar. kamar yang
baik adalah “fresh” bukan bau rokok, bau parfurm, dan lain-lain
Definisi Room Status
System komputerisasi yang dipergunakan
dalam operasional hotel bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses
operasi suatu hotel, yaitu teknologi komputerisasi yang mampu menawarkan
berbagai kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga pengelolaan
hotel menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan
Software Hotel banyak di kempangkan oleh
ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai kelebihan masing masing dengan harga
yang bervariasi. Software hotel seharusnya memberikan solusi bagi semua
kebutuhan operasional suatu hotel. Beberapa hotel software yang terkenal dan
banyak dipergunakan adalah opera, Fidelio,Myoh, His, dan lain-lain.
Pada tulisan ini, pembahasan yang dibuat
merupakan istilah- istilah umum yang sering dipakai dalam operasional hotel
mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain:
O :
Occupied : Suatu kamar yang sedang
ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel.
OC :
Occupeid Clean : Suatu kamar yang
sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel
pada kamar yang bersih
OD :
Occupeid Dirty : Suatu kamar yang
sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel
pada kamar yang kotor. Ini terjadi akibat perubahan status dari OC ke OD
setelah melewati satu malam stay.
V :
Vacant : Sebutan bagi kamar yang
kosong
VC :
Vacant Clean : Kamar yang kosong dengan keadaan bersih
VD :
Vacant Dirty : Kamar yang kosong
dengan keadaan kotor. kamar kotor dapat terjadi karena tamu yang sudah check
out atau program cleaning dari housekeeping
VCI :
Vacant Clean Inspected : Kamar kosong
yang sudah dibersihkan dan diperiksa oleh floor supervisor dan siap untuk
menerima tamu (dijual)
Comp :
Compliment : Kamar yang
terigester oleh seorang tamu, namun kamar tersebut free of charge (gratis).
HU :
House Use : Kamar yang teregister atas
nama seseorang dari manajemen atau karyawan yang dipergunakan sebagai tempat
tinggalnya.
DND :
Do not Disturb : Suatu tanda yang
dibuat oleh tamu untuk tidak diganggu.
SO :
Sleep Out : Seorang tamu yang masih
teregister, namun kamar tidak dipergunakan karena tamu tesebut harus
meninggalkan hotel beberapa hari.
Skip :
Skipper : Tamu meninggalkan hotel
sebelum melunasi semua kewajibannya
OS :
Out of Service : Kamar yang
memerlukan perbaikan ringan, biasanya lama perbaikan kurang dari satu hari,
status ini dapat terjadi karena kerusakan atau program cleaning dari
housekeeping. Out of service tidak mengurangi room availability.
OO :
Out of Order : Kamar yang
memerlukan perbaikan yang serius, biasanya lama perbaikan lebih dari satu hari.
Status ini dapat terjadi karena kerusakan di kamar atau progam cleaning dari
housekeeping. Out of order mengurangi room availability.
DO/ED :
Due Out / Expected Departure : Daftar
kamar-kamar yang diharapkan untuk check-out hari ini sesuai dengan tanggal
departure
EA :
Expected Arrival : Daftar nama-nama
tamu yang diharapkan tiba hari ini
CO :
Check Out : Tamu yang sudah meninggalkan
hotel hari ini setelah melunasi semua kewajibannya termasuk menyerahkan kunci
yang dipakai ke front office
LCO :
Late Check Out : Permintaan tamu
untuk meninggalkan hotel lebih lambat dari waktu check out yang ditentukan.
ONL :
Occupeid no Luggage : Seorang tamu
yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya.
DL :
Double Lock : Permintaan tamu ke
pihak hotel untuk melakukan double lock sehingga tidak seorangpun dapat masuk
ke kamar tersebut.
Adapun masalah-masalah yang ada di Room Attendant, sebagai berikut :
1. Kurang bersih dalam membersihkan kamar tamu,
2. Tidak mengganti linen-linen ketika membersihkan kamar tamu,
3. Tidak membersihkan di area-area yang tersembunyi,
4. Tidak membersihkan semua kaca yang ada dalam kamar,
5. Lupa menaruh amenities,
6. Tangan jail ketika mengerjakan kamar yang statusnya occupied.
7) Public Area Section
7
Public Area Section
Bagian ini bertanggung jawab atas kebersihan, kerapian, dan kenyamanan tamu
hotel di public area. Bagian ini terdiri dai beberapa bagian yaitu
1.
Public area supervisor
2.
Public Area attendant
3.
Night Cleaner
4.
Florist
1.
Public Area Supervisor
Bertanggung jawab terhadap kebersihan,
kerapian dan pemeliharaan Public area, seperti lobby, F&B outlet, meeting
room, offices, parking area, swimming pool, public toilet dan sebagainya, dan
pelaksanaan kerja public area dalam menjalankan pelayanan Housekeeping yang
nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard dan prosedur yang
ditentukan, uaraian tugas Public Area Supervisor adalah sebagai berikut :
a.
Bertanggung jawab terhadap kebersihan public area sesuai dengan standard
dan prosedur yang ditentukan.
b.
Memberikan penugasan dan arahan terhadap tugas-tugas yang harus
dijalankan oleh Public area Attendant,
Night Cleaner, Toilet Attendant, Florist serta meyakinkan bahwa
pelaksanaan kerja dijalankan sesuai dengan standard yang ditentukan.
c.
Melakukan handing over dengan dengan shift sebelumnya pada saat akan
memulai kerja, dan handing over dengan shift berikutnya pada saat akan
menyelesaikan tugas dan mendelegasikan tugas-tugas yang harus dilanjutkan
kepada shift berikutnya dengan jelas.
d.
Memeriksa daftar kehadiran Staff
Public area setiap hari.
e.
Memeriksa kondisi area umum secara teliti. Pemeriksaan kamar harus
berdasarkan kebersihan, kerapian, kelengkapan dan fungsi dari peralatan atau
fasilitas yang ada di area masing-masing.
f.
Memeriksa secara teliti atas ruangan-ruangan restoran, bar, ruang rapat dan sebaginya yang
telah dikerjakan oleh Staff pada hari
itu.
g.
Melengkapi laporan dalam Public area Supervisor Log book setiap shift.
h.
Membuat laporan Maintenance Request kepada Engineering dan
menindaklanjuti area-area, fasilitas atau peralatan memiliki kerusakan,
mengawasi pengerjaan dan memeriksa kembali hasil pengerjaannya.
i.
Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan
seperti janitor trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan cleaning
equipment baik di area maupun di janitor room atau Pantry.
j.
Bertanggung jawab terhadap biaya dan penggunaan barang-barang keperluan
seperti cleaning agents, supplies dan equipment.
k.
Membuat program pelatihan (training program) terhadap Staff Public area secara rutin.
l.
Mengawasi pelaksanaan program pemeliharaan atau pembersihan
secara berkala, seperti kristalisasi
atau re-coating lantai marmer, pencucian lantai karpet, pembersihan kaca
jendela, general cleaning dan sebagainya.
m.
Melakukan pemeriksaan atau
inspeksi area secara
rutin untuk meyakinkan kualitas
pemeliharaan kebersihan public area terjaga baik sesuai dengan standard yang
ditentukan.
n.
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan oleh
Assistant Executive Housekeeper atau Floor Housekeeper serta melaporkan
hasilnya.
o.
Melakukan kerjasama yang erat dan baik dengan semua bagian, seperti
Floor, Linen/Uniform dan Laundry, serta dengan departemen lain, terutama Front
office dan Engineering untuk meyakinkan koordinasi atas pelayanan kamar yang
prima serta perawatan kamar dan public area yang terbaik.
p.
Mengadakan briefing rutin setiap hari, baik pagi hari atau handing over
sore hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan dengan Staff
Public area untuk melakukan koordinasi operasional serta saling bertukar
pikiran (sharing idea) untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pekerjaan
dan pelayanan.
q. Menjalankan prosedur keamanan,
keselatnatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan
diri sendiri.
r.
Menjalankan tugas yang diberikan oleh Public area Housekeeper atau
Executive Housekeeper/Assistant atau Floor Housekeeper.
2.
Public Area Attendant
Bertanggung jawab terhadap kebersihan
dan pemeliharaan public area dan pelaksanaan kerja, menjalankan pelayanan
Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard
dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Public Area Attendant adalah sebagai
berikut :
a.
Melakukan handing over dengan Night Cleaner pada saat memulai kerja, dan
handing over dengan Public area Attendant Shift sebelumnya pada saat akan
menyelesaikan tugas.
b.
Membersihkan standing ashtray di area lobby dan area umum lainnya.
c.
Melakukan dusting di tangga-tangga, furniture, pigura, perhiasan area
umum.
d.
Membersihkan lantai dengan Sweeping dan Mopping.
e.
Membersihkan restaurant atau F&B outlet lain selepas waktu makan
pagi dan siang sehingga tidak mengganggu tamu yang berkunjung.
f.
Membersihkan kaca dan jendela di lobby, F&B outlet, pintu-pintu
ruangan dan area lain.
g.
Membantu mengosongkan sampah dan linen
kotor dari Room Attendant Trolley.
h.
Mengosongkan tempat sampah di area umum.
i.
Menjaga kondisi meeting room atau ruang banquet dalam keadaan bersih dan
rapi, baik saat tidak digunakan, akan digunakan atau usai digunakan.
j.
Menjaga kondisi seluruh area umutn bersih dan rapi.
k.
Melapor pada Public area Supervisor apabila adan kerusakan yang terjadi
di area.
l.
Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan
Public area Section, seperti trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan
cleaning equipment.
m.
Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara
rutin.
n.
Menghadiri brlefing rutin setiap hari, baik pagi hari atau handing over
sore hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan yang diadakan
Supervisor atau Housekeeper.
o.
Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik
untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
p.
Menjalankan tugas khusus yang diberikan sesuai kebutuhan.
3.
N1ght Cleaner
Bertanggung jawab terhadap kebersihan
Public area pada Night Shift (giliran kerja malam), menjalankan pelayanan
Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard
dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Night Cleaner adalah sebagai berikut
:
a.
Melakukan handing over dengan Public area Attendant Evening Shift pada
saat akan memulai kerja, dan handing over dengan Public area Attendant Morning
Shift pada saat akan menyelesaikan tugas.
b.
Melakukan dusting di tangga-tangga, furniture, pigura, perhiasan area
umum.
c.
Membersihkan lantai dengan Sweeping dan Mopping.
d.
Mengosongkan tetnpat sampah di area utnum.
e.
Menjaga kondisi meeting room atau ruang banquet dalam keadaan bersih dan
rapi, baik saat tidak digunakan, akan digunakan atau usai digunakan.
f.
Menjaga kondisi seluruh area umum bersih dan rapi, termasuk di employee
service area, seperti locker, canteen, koridor karyawan, ruang parkir dan sebagainya.
g.
Melapor kepada Public area Supervisor apaila ada kerusakan yang terjadi
di area.
h.
Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan
Public area Section, seperti trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan
cleaning equipment.
i.
Menjalankan program general cleaning, shampooing carpet, re-coating
marble Floor atau tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan.
j.
Membantu tugas Floor Section menyiapkan linen di Floor Pantry atau tugas
lain.
k.
Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara
rutin.
l.
Menghadiri briefing rutin setiap hari, baik malam hari atau handing over
pagi hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan yang diadakan
Supervisor atau Housekeeper.
m.
Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik
untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
n.
Menjalankan tugas khusus yang diberikan sesuai kebutuhan.
4.
Toilet Attendant
Bertanggung jawab terhadap kebersihan
dan pemeliharaan ruang-ruang toilet umum maupun di back Office dan locker room,
menjalankan pelayanan Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan, sesuai dengan
standard dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Toilet Attendant adalah
sebagai berikut :
a.
Melakukan handing over dengan Shift sebelumnya pada saat akan memulai
kerja, dan handing over dengan Shift berikutnya pada saat akan menyelesaikan
tugas.
b.
Membersihkan toilet room di lobby, banquet room, back Office, executive
Office, locker room dan ruang lainnya di public area.
c.
Membersihkan urinoir, wash basin, wah basin counter, cermin, toilet
bowl, lantai dan lain-lain.
d.
Mengganti toilet tissue dan mengisi paper towel (bila tersedia) atau
mengganti hand towel.
e.
Memeriksa dan mengosongkan serta membersihkan tempat sampah di toilet
room.
f.
Melapor kepada Supervisor apabila ada kerusakan atau masalah yang
terjadi di toilet room.
g.
Memeriksa kebersihan, kerapian peralatan keperluan kerja, seperti
trolley, cleaning supplies/agents dan cleaning equipment.
h.
Membantu pelaksanaan tugas Staff Public area lain sesuai yang
diinstruksikan.
i.
Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara
rutin.
j.
Melaksanakan program pemeliharaan
atau pembersihan secara berkala, seperti kristalisasi atau re-coating lantai
marmer, pembersihan kaca jendela, general cleaning dan sebagainya.
k.
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan oleh
Assistant Executive Housekeeper atau Floor Housekeeper serta melaporkan
hasilnya.
l.
Menghadiri briefing rutin setiap hari
atau handing over, dan pertemuan berkala, baik mingguan
atau bulanan.
m.
Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik
untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
n.
Menjalankan tugas yang diberikan oleh Executive Housekeeper/ Assisitant
atau Floor Housekeeper.
5.
Florist
Bertanggung jawab terhadap penyediaan
bunga-bunga dekorasi untuk public area, seperti di lobby, FO counter,
restaurant, kamar tamu dan lain-lain. Uraian tugas Florist adalah sebagai
berikut :
a.
Memeriksa secara teliti atas kamar-kamar yang akan digunakan hari itu
berdasarkan Expected Arrival List dan mencatat jumlah kamar yang memerlukan
penataan bunga.
b.
Menyiapkan rangkaian bunga untuk
kamar-kamar, terutama untuk VIP dan yang mendapat catatan khusus.
c.
Memeriksa kondisi dekorasi rangkaian bunga di lobby, restaurant, koridor
lantai, valet parking desk, GRO desk, Executive Office dan tempat lain yang
ditentukan, bila perlu menggantinya dengan yang baru dan segar.
d.
Melakukan permintaan (order) bunga hias/dekorasi sesuai dengan jadwal
dan kebutuhan.
e.
Bertanggung jawab terhadap seni keindahan dan estetika dekorasi dengan
bunga.
f.
Memenuhi permintaan khusus untuk penataan dekorasi bunga untuk
acara-acara banquet bila diperlukan.
g.
Menghadiri program pelatihan (training prograni) yang diadakan secara
rutin.
h.
Menghadiri briefing
rutin setiap hari
atau handing over,
dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan.
i.
Selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian ruang kerja florist setiap
saat.
j.
Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik
untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
k.
Menjalankan tugas khusus yang diberikan oleh pimpinan.
1. Kurang teliti dalam membersihkan sehingga area Hidden Place masih kurang bersih,
2. Lupa membuang sampah yang ada di dalam ruangan-ruangan, lobby, front office, atau back office,
3. Kurangnya alat yang memadai, sehingga kurang kebersihannya pada bagian-bagian yang sulit di jangkau,
4. Selalunya Public Area Attendant tidak stand by pada tempat yang telah di tempatkan, terutama di area lobby, toilet dan restaurant.
8) Order Taker Housekeeping
Order taker merupakan section yang
terdapat di dalam ruangan atau office Housekeeping department. Order taker
terlihat simple dalam tugasnya mengangkat dan menerima request ataupun
menyampaikan informasi penting dari setiap departement kepada pihak yang
bersangkutan melalui telephone. Ordert taker memiliki tanggung jawab yang besar
dalam memberikan informasi tentangs status kamar tamu dan tamu VIP yang on
board. Pencatatan setiap request ataui nformasi yang disampaikan harus details,
dan terecord dengan system administrasi file yang rapi. Kegiatan order taker
memang banyak melibatkan alat elektronik komputer dan telephone, membuat log
book setiap transaksi kegiatan operasional .Hal paling penting untuk dikuasai
sebagai order taker harus memiliki
kecakapan untuk memilih tingkat urgency
dan mempunyai jiwa leadership dalam memutuskan suatu masalah, jika terjadi
banyak request yang overload order taker
harus mampu melihat kondisi urgency
tersebut.
Job Description Order Taker
a. Melakukan hand over dengan supervisor
atau order taker shift
sebelumnya pada saat akan memulai kerja,
dan pada saat akan
menyelesaikan tugasnya.
b. Mencatat segala informasi dari
telepon atau complaint tamu pada log book, atau dari department lain, maupun
telepon dari luar.
c. Menerima setiap request tamu melalui
sambungan telepon atau direct request, untuk di follow up.
d. Mengelola administrasi dengan baik .
e. Membuat setiap purchase request untuk
setiap Material Requestion
f. Bertanggung jawab atas persediaan
peralatan administrasi.
g. Menerima laporan kerusakan dan
membuat work order.
h. Menghandle Lost and Found.
i. Membuat log inventory linen, cleaning
supplies dalam system.
Adapun masalah-masalah yang ada di Public Area Section, sebagai berikut :
1. Lupa mencatat segala informasi dari telepon atau complaint tamu pada log book, atau dari department lain, maupun telepon dari luar,
2. Kesalahan melakukan proses perhitungan ketika hendak melakukan pemesanan barang,
3. Kurangnya ketegasan dalam memproses barang Lost and Found sehingga para staff dengan gampangnya mengambilnya.
9) Laundry dan Linen Section
Laundry
Laundry adalah bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab atas pencucian semua linen, baik itu house laundry maupun guest laundry. Sekarang ini dalam menjalankan operasionalnya, laundry juga melayani pencucian dari luar hotel yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatannya.
Tugas utama laundry adalah membantu operasioanal hotel yang berhubungan dengan proses pencucian linen untuk guest room, restaurant dan meeting room serta uniform bagi karyawan. Sekarang ini, penyediaan fasilitas laundry sangat wajib, selain fasilitas bagi tamu juga untuk memenuhi keperluan linen-linen bersih yang dibutuhkan bagi operasional hotel. Operasional laundry di suatu hotel sangat bervariasi, secara umum hingga pukul 21:00 malam bahkan lebih awal, sebagai usaha untuk menekaan biaya operasionalnya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menentukan jam operasional laundry di suatu hotel, antara lain:
1. Tingkat occupancy,
makin tinggi occupancy
maka linen dan
guest laundry semakin banyak sehingga
memprosesnya semakin lama.
2. Total output kilogram mesin washing,
semakin besar jumlah outputnya, semakin banyak linen yang diproses.
3. Parstock linen suatu
hotel, parstock yang kurang
menyebabkan laundry harus
memprosesnya hingga selasai untuk keperluan besok hari.
Sub Attendant Dalam Laundry Section
1.
Chief laundry ialah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan
operasional laundry
2.
Washer bertugas mencuci linen
3.
Presser berperan dalam proses pelicinan linen
4.
Checker berfungsi memeriksa keadaan cucian yang akan dicuci
5.
Marker bertugas member tanda pada guest laundry yang akan dicuci agar
tidak tertukar
6.
Dry cleaner bertugas mencuci guest laundry tanpa menggunakan air
7.
Guest valet bertugas dalam pengambilan dan pengiriman guest laundry
Laundry machine
1.
Washing machine adalah mesin pencuci linen berkapasitas 23-125 kg
2.
Pressing machine berfungsi untuk melicinkan linen
3.
Flat roll ironer adalah mesin yang digunakan untuk melicinkan linen
dalan ukuran besar seperti bed sheet
4.
Extractor machine berfungsi untuk memeras cucian
5.
Drying machine untuk mengeringkan cucian hingga 80◦C
6.
Susi Q adalah mesin yang berfungsi untuk melicinkan pakaian berupa jaz,
safari dan sejenisnya
Tujuan pencucian
1.
Menghilangkan noda atau kotoran.
2.
Menjaga pakaian agar bebas dari kuman.
3.
Menjaga sifat asli dari pakaian tetap bertahan.
4.
Mencegah agar pakaian tidak cepat rusak.
Dalam
proses pencucian ada 4 faktor yang menentukan kualitas hasil cucian,
yaitu:
1)
Chemical Action
Merupakan proses interaksi antar kain,
kotoran dan konsentrasi bahan kimia untuk mengangkat kotoran dari bahan kain.
Dalam operasional laundry, apabila konsentrasi bahan kimia ditambah, maka
komponen lainnya dapat dikurangi dengan hasil tetap. Namun bila konsentrasi
dikurangi terlalu banyak akan menghasilkan cucian yang kurang baik walaupun
proses mekanik, waktu dan temperatur ditingkatkan.
Bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses
pencucian meliputi :
Detergent, wetting agent, optical
brightener dan anti redeposition agent.
Alkali
Bleaches
Sour
Finishes meliputi pabric softener
bacteria control, mildew preventation dan starch.
Specialities misalnya enzymes
2)
Mechanial Action
Merupakan proses pengucekan (agitation)
dalam mesin cuci. Pada saat kain bergesekan satu sama lain akibat proses
putaran mesin dalam air dan larutan detergent yang terjadi secara
berulang-ulang maka terjadilah pelepasan kotoran dan penyebaran bahan kimia
untuk meningkatkan efektivitas. Proses tersebut tidak terlalu berfungsi untuk
pencucian dengan tingkat kotoran ringan, tetapi lebih berfungsi untuk tingkat
kotoran berat. Tanpa adanya proses mekanikal, maka kotoran berat akan sulit
hilang dari pakaian.
Efektivitas mechanical action tergantung
dari 5 faktor, yaitu :
1.
Duration (Waktu)
Makin lama proses pengucekan, makin
besar proses mechanical action pada pakaian artinya 10 menit pengucekan lebih
baik daripada 5 menit.
2.
Water Level (Tingkat ketinggian air)
Mechanical action akan berkurang bila
water level ditingkatkan. Bila air terlalu banyak, maka pakaian yang dicuci
akan terapung hingga prosesnya tidak efektif.
3.
Load weight and volume (Berat dan volume pencucian)
Over loading akan membatasi proses
mechanical action pada proses pencucian sedangkan Under Loading akan
menyebabkan pemborosan energy, air dan chemical. Mechanical action yang
berlebihan pada under loading merupakan penyebab kedua yang memegang andil
dalam kerusakan linen setelah satal pemakaian bleach.
4.
Fabric Type (Type kain)
Masing-masing kain memiliki berat yang
berbeda. Sebuah mesin cuci yang mencuci 200 kg kain katun yang masih kering
mialnya hanya dapat diisi dengan 65/35 polyester/cotton sebanyak 150 kg.
Walaupun beratnya berbeda tetapi masing-masing jenis kain mengambil tempat yang
sama.
5.
Soil content (Tingkat kekotoran)
Mesin harus diisi berdasarkan berat
kering linen disesuaikan dengan tingkat kekotoran. Misalnya mesin cuci yang
mencuci 200 kg kain katun dengan tingkat kkotoran 5% maka dapat diisi sebanyak
190 kg (200 kg – (200 kg x 5%)).
3)
Temperature (Suhu)
Temperatur air harus sesuai dengan warna
cucian dan juga jenis chemical yang dipakai. Contoh : Untuk cucian berwarna
putih dapat digunakan temperatur yang sangat tinggi, cucian yang berwarna gelap
digunakan temperatur rendah atau dingin dan cucian warna terang digunakan air
hangat. Namun itu juga harus dilihat dari jenis warna dan bahannya. Dalam
menentukan temperatur air sangat tergantung dari kondisi kotoran, jenis kain,
warna dan bahan kimia yang digunakan.
Flushes : 20 – 60 ‘c
Suds : 40 – 70 ‘c
Setiap kenaikan suhu 10′c akan
menyebabkan reaksi kimia dua kali lebih cepat, namun bukan berati makin bahwa
makin panas temperaturnya akan memberikan hasil yang lebih baik.Energy akan
terbuang percuma karena detergent dan bleach
mempunyai batasan suhu, enzyme misalnya
akan efektif pada uhu yang rendah.
4)
Time / duration (waktu)
Waktu yang tepat akan memberikan hasil
yang maksimal, terutama pada saat pencucian (suds). Waktu yang cukup untuk
bahan kimia dapat bereaksi dengan kotoran. Juga diperlukan waktu bagi kotoran
untuk lepas dari serat kain ke lautan detergent.
Dalam usaha untuk meningkatkan
produktivitas, dibawah ini diberikan panduan yang dapat digunakan yaitu :
Flushes dan rinse / pembilasan dengan
waktu 2 – 3 menit.
Suds biasanya 5 – 15 menit tergantung
dari jenis dan tingkat kekotoran.
Bleaching biasanya 7 – 10 menit
Sours berkisar 5 – 6 menit
Adapun masalah-masalah yang ada di Laundry Section, sebagai berikut :
1. Kurang teliti dalam hal penghilangan noda pakaian tamu ataupun noda pada linen-linen hotel,
2. Lupa memberikan tag pada pakaian tamu,
3. Kurang ketelitian dalam menangani pakaian tamu yang di laundry sehingga mengakibatkan kerusakan pada pakaian tersebut.
Linen
Linen dalam laundry sangat penting karena
sebagian merupakan fasilitas yang akan digunakan oleh tamu, seperti sheet,
towel, napkin dan lainnya. Tetapi sering kali tanpa disadari linen tersebut
menghilang tanpa alasan yang jelas atau catatan, baik rusak maupun hilang. Jadi
inventory linen dalam hotel sangat penting untuk mengetahui kemana linen
tersebut beredar, apakah linen tersebut sedang terpasang, kotor ataupun di proses
dalam pencucian laundry.
A. Pengertian Linen dan Linen Room
Linen adalah jenis benang atau kain
yang terbuat dari serat – serat batang rami halus (flax). Bahan linen itu
kering alamiah namun lunak saat dipakai bila dikelantang, warnanya akan abu –
abu coklat sampai putih cream. Meskipun lebih peka terharap zat kimia, linen
menyerap uang air lebih cepat dibanding katun. Selain kaku, linen juga memilki
kilau alamiah, berbeda dengan katun yang umumnya lunak dan serat tidak mengkilap.
Linen umumnya digunakan untuk
membuat benda – benda yang membutuhkan kekuatan tinggi, termasuk benang jahit,
senar jaring ikan, dan penutup kasur. Namun, saat ini serat – serat sintetis
baru seperti nilon dan dacron dapat mengganti fungsi linen dalam beberapa hal.
Untuk menyimpan seluruh linen,
linen section mempunyai tempat khusus yang disebut linen room. Linen room harus
terletak di tempat yang baik dan strategis agar mudah dijangkau dan memudahkan
penerimaan linen kotor dari kamar – kamar tamu dan food and beverage outlet,
serta mengirimkan linen yang masih bersih untuk dipasang.
Linen room tidak boleh berdekatan
dengan kitchen karena bau masakan dapat mempengaruhi kondisi linen yang mungkin
saja akan terbawa sampai ke ruang tamu. Agar pelaksanaan kerja dapat berjalan
lancar dan efektif, maka linen room harus :
· Cukup luas sehingga para petugas dapat
bekerja secara leluasa dan baik.
· Lantai bersih, tidak licin, mudah
pembersihannya, sebaiknya terbuat dari porselin berwarna putih dan polos.
· Dinding dan langit-langitnya tinggi
dan mudah dibersihkan.
· Mempunyai penerangan yang cukup tetapi
tidak menyilaukan, dan sirkulasi udara lancar agar linen yang ada didalam
ruangan itu tidak menjadi lembab.
· Jauh dari kitchen ( dapur) untuk
menghindari bahaya kebakaran serta tidak terkontaminasi bau masakan.
· Mudah dijangkau, untuk memperlancar
penukaran linen.
· Dilengkapi dengan rak-rak penyimpanan
linen dan uniform karyawan.
· Ada counter tempat penukaran
linen guna menghindari masuknya
orang-orang yang tidak berkepentingan.
· Pintu dapat dikunci dengan baik demi keamanannya.
Guna
melancarkan tugas di linen room,
sebaiknya dilengkapi dengan perlengkapan kerja sebagai berikut:
· Kereta khusus untuk membawa linen ,
baik linen kotor maupun yang bersih
· Kursi, meja beserta laci-lacinnya
untuk melaksanakan tugas administrasi
· Keranjang atau kotak besar tempat
linen kotor.
· Tangga untuk mengambil linen dari rak
yang tinggi.
· Mesin jahit guna memperbaiki linen
atau uniform yang rusak serta cucian tamu yang perlu diperbaiki.
· Telepon sebagai alat komunikasi dengan
seluruh seksi dan department yang ada dihotel.
B. Jenis Linen Supplies
Linen supplies yang dipergunakan di
Housekeeping Department meliputi :
1. Bed skirt, berfungsi sebagai penutup
spring box (bed) hingga menutup seluruh kaki bed, warnanya disesuaikan dengan
interior.
2. Bed pad, yanitu alas tidur yang dipasang
di atas matras, berfungsi :
a. Sebagai peredam panas karena kasur
terbuat dari busa, agar tamu dapat tidur dengan nyaman.
b. Sebagai peredam kotoran. Terutama bila
ditempati oleh anak – anak yang terkadang ngompol. Bed pad ini dapat dilepas
dan dicuci sementara kasurnya tetap bersih.
3. Sheet, terdiri dari dua jenis yaitu
double sheet yang berukuran 230 x 275 cm dan single yang berukuran 175 x 275
cm. Setiap bed dipasang 3 pcs, yaitu :
· Lembar pertama sebagai alas tidur di
atas matras (kasur)
· Lembar kedua dan ketiga sebagai
pembungkus blanket (selimut) agar bulu – bulu selimut tidak mengenai kulit
tubuh secara langsung yang dapat mengakibatkan gatal – gatal bagi sebagian tamu
atau bulu selimut tidak mengotori bau tidur tamu.
· Blanket (selimut), yang double
berukuran 230 x 250 cm, dan single berukuran 175 x 250 cm.
· Bed cover ( spring bed) dipasang di
atas matras paling atassebagai penutup bed sehingga sebelum dipakai oleh tamu,
bed ini masih dalam keadaan bersih, rapi, disamping juga menjadikan kamar tidur
tampak indah, karena bed ini biasanya berwarna lembut menawan sesuai warna
lantai kamar bed cover (karpet).
4. Pillow case (sarung bantal), berukuran 50
x 75 cm.
5. Towel (handuk) yang terdiri dari :
Ø Bath towel, handuk untuk mandi, berukuran 60
x 122 cm.
Ø Hand towel, handuk untuk lap tangan,
berukuran 20 x 100 cm.
Ø Face towel, handuk khusus untuk lap muka,
berukuran 30 x 45 cm.
Ø Bath mats, dipakai untuk membersihkan kaki,
sebagai keset, sebelum masuk kedalam bath tub untuk berendam, berukuran 60 x 90
cm.
6. Glass curtain, hordyin jendela yang
tipis, transparan (glass) disebut juga net curtain karena seperti jaring.
7. Night curtain, hordyin jendela yang
tebal, yang dipasang atau ditutup pada malam hari, disebut juga black out
curtainkarena dari luar kelihatan gelap shingga orang tidak dapat melihat ke
dalam kamar.
8. Shower curtain, hordyin yang dipasang di
dalam kamar mandi diatas bath tub (bak mandi) ketika tamu mandi dengan shower.
Ujung bagian bawah curtain ini masuk kedalam bath tub sehingga air tidak
menggenangi lantai kamar mandi.
9. Dust cloth, serbet atau lap untuk
membersihkan meja, kursi, cermin, dan perlengkapan lain di dalam kamar.
10. Glass cloth/glass towel, serbet atau lap
khusus untuk mengeringkan gelas gelas sehabis dicuci.
Sedangkan
linen supplies yang dipergunakan oleh Food and Beverage Department adalah
sebagai berikut :
1. Multon, terbuat dari bahan laken (kain
yang lembut dan agak tebal) yang dipasang diatas meja, tepat dibawah taplak
meja.
- Untuk meredam panas hingga cat atau
politur mja tidak lekas luka.
- Untuk meredam suara saat petugas
meletakkan/memasang alat – alat makan atau minum di atas meja.
2. Tables cloth (taplak meja), untuk menutup
meja makan. Taplak ini ada berbagao jenis ukurannya, sesuai dengan ukuran dan
bentuk meja makannya. Begitu pula untuk tiap – tiap out let (restaurant),
kadang mempunyai warna yang berbeda, disesuaikan dengan interior restaurantnya.
3. Napkin, serbet makan yang dipasang diatas
meja makan dengan berbagi macam bentuk yang sekaligus berfungsi sebagai hiasan.
Ada yang berbentuk kipas, kupu – kupu, bunga mawar, topi, piramid, dll.
4. Table skirting, di dalam suatu pesta dimana
hidangan (makan dan minuman) sudak ditata diatas meja panjang (buffet table),
maka daun meja ditutup dengan taplak sedangkan bagian sampingnya ditutup dengan
kain panjang, menjuntai ke bawah hingga menutup seluruh kaki meja. Penutup ini
juga berfungsisebagai penghias sehingga dibuat berimpel – rimpel untuk
mempercantik bentuk skirting.
5. Green velvet, digunakan untuk taplak meja
sidang atau rapat – rapat di dalam ruang pertemuan dan biasanya terbuat dari
bahan wool berwarna hijau, walaupun ada juga yang berwarna lain (biru, merah ,
kuning). Ukuran panjang satu setengah meter sampai empat meter, sedangkan
lebarnya 90 cm atau lebih.
6. Tray mat/place mat, kain penutup nampan,
terbuat dari kain batik ataubahan lain sehingga tidak licin saat dipakai untuk
membawa hidangan bagi para tamu.
7. Glass towel/ glass cloth, untuk mengeringkan
gelassetelah dicuci, serta mengelap gelas sebelum dipasang, diatas meja makan.
8. Kitchen towel, kain lampin untuk mengangkat
alat – alat dapur yang panas, misalnya panci, belanga, dll.
9. Apron (celemek), rok yang dipakai untuk
cooker (juru masak) atau waiter untuk
menutup tubuh bagian depan agar pakaian dinasnnya tidak cepat kotor.
10. Service napkin, serbet
lap yang dipakai oleh waiter restaurant saat menuang air es kedalam gelas minum
agar tidak menetes dan membasahi tamu.
C. Proses Pencucian Linen
Setelah
diadakan perputaran linen-linen tersebut digunakan bagi keperluan operasional
seperti menyiapkan kamar, atau kegiatan layanan makanan dan minuman di hotel.
Pada esok harinya linen tersebut akan diganti dengan linen baru agar dapat
diketahui sumber linen kotor tersebut
bermula baik itu dari kelalaian pada seksi atau departemen lain atau dari kamar
tamu. Adapun proses pencucian linen, sebagai berikut :
1. Pengumpulan Linen Kotor ( Collecting a
soiled Linen)
Linen-
linen kotor dikumpulkan dalam Linen humper ( untuk room section). Kemudian,
petugas linen akan mengambil linen yang kotor dari Linen hunper , sekaligus
mengumpulkan dan mencatat jenis dan jumlahnya. Pencatatan ini penting dilakukan
untuk menghitung jumlah linen yang dipakai dan diganti. Penghitungan antara
keduanya harus sama, sedangkan untung linen kotor dari restaurant,
pengumpulannya dilakukan langsung oeh petugas restaurant itu sendiri. Setelah
diambil dari kamar maka linen kotor dibawa ke Linen room untuk dibuatkan daftar
cucian dan administrasi lain sebagai fungsi kontrol. Adapun hal-hal yang harus
di perhatikan yaitu sebagai berikut :
a. Semua linen yang akan dicuci di Laundry,
harus melalui General Linen Room disertai daftar cucian.
b. Jumlah linen kotor yang dikirim harus
tertulis di dalam daftar cucian.
c. Setelah sampai di binatu, linen kotor
akan dihitung oleh Linen Checker bersama dengan Linen Boy dan petugas linen.
d. Hasil penghitungan akan ditulis pada
daftar cucian.
e. Pengiriman kembali linen bersih ke ruang
linen ( Linen Room) harus sama dengan
jumlah linen kotor yang dikirim dan disertai dengan daftar cucian.
f. Jika terjadi perbedaan, harus segera
ditinjaklanjuti.
2. Pengiriman ( Delivering a soiled linen)
Pengiriman
linen kotor pada umumnya dilakukan petugas Linen Boy/ Linen runner dengan
beberapa cara, antara lain :
a. Dipikul
Cara
ini sudah jarang digunakan di hotel- hotel, mengingat resiko kecelakaan kerja
yang dapat terjadi sangat tinggi. Linen kotor yang akan dibawa bukan hanya satu
atau dua klembar saja, melaikan bias saja dalam jumlah yang banyak. Kalau cara
ini terpakasa dilakukan maka harus memperhatikan beran beban yang akan dibawa,
misalnya sebagai berikut :
1) Linen harus dibungkus dengan linen lain
sehingga kemungkinan ada linen yang rusak atau ternoda.
2) Oleh karena digunakan sebagai pelindung
linen yang lain, maka linen pembungkus tidak boleh diletakan sembarangan.
3) Linen tidak boleh diseret.
b. Menggunakan Kereta Linen (Linen Trilley)
Cara
ini paling banyak dijumpai di hotel, karena mengingat efisiensi kerja dan
kemudahan dalam pengantaran. Karena penggunaan kereta, maka linen terjaga
kebersihannya dan petugas terhindar dari keseleo atau kecelakaan kerja.
c. Menggunakan Saluran Linen ( Linen Chute)
Saluran
linen diprgunakan di hotel-hotel bertingkat, untuk mempermudahkan pengiriman
linen kotor dari lantai-lantai tinggi. Jika hotel menyediakan linen chute
sebagai sarana untuk mengirim linen kotor maka ada hal-hal yang harus
diperhatikan sebagai berikut:
1) Pastikan tidak ada benda-benda tajam
didalam saluran linen.
2) Pada tempat keluaran linen (di laundry)
perlu ditempatkan trolley penampungan agar linen tidak jatuh secara langsung ke
lantai. Pastika kebersihan linen chute-nya.
3) Jagan memasukan linen terlalu banyak
sehingga menutupi saluran.
3. Pemeriksaan / Penyortiran Linen Kotor (
Checking a Soiled Linen)
Setelah
linen kotor berada di laundry untuk dicuci, maka petugas laundry akan melakukan
pemeriksan dan penyortiran linen. Adapun hal-hal yang akan diperiksa sebagai
berikut:
a. Jenis dan jumlah linen.
b. Asal depratement.
c. Kerusakan atau ternoda.
Pada
kegiatan penyortiran, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
a. Jenis kain
1) Asal bahan ( cotton, polyster, rayon,
nylon, silk, wool ).
2) Warna ( putih atau warna mda, tua,
campuran).
3) Tingkat ketebalan kain.
4) Ukuran kain.
b. Tipe Kotoran
1) Yang larut dalam dry cleaning solvent (
minyak, oli, atau lili).
2) Yang larut di dalam air ( gula, galam,
kecap, soup, atau bumbu).
3)
Yang larut dalam banyuan mekanis (tanah dan lumpur)
4. Pencucian (Washing)
Pada
proses pencucian, yang harus diperhatikan adalah kapasitas mesin dan jenis
tekanan mesin yang diperlukan. Petugas pencucian harus mengetahui dengan benar
pengoperasian mesin. Sebelum dicuci dengan proses pencucian, terlebih dahulu
linen tersebut direndam dan dihilangkan nodanya. Setelah direndam, lakukanlah
tahap pencucian sebagai berikut :
a. Dicuci dengan detergen lalu dibilas.
b. Diperas dan dibilas kembali.
c.
Diperas lagi ( dibilas bleh sampai 3x).
5. Pemerasan (Extracting)
Proses
pemerasan dilakukan dengan menggunakan mesin extractor. Hal-hal penting yang
perlu diperhatikan antara lain penggunaan mesin tersebut harus disesuaikan
dengan jenis linen yang akan diperas. Yang harus diperhatikan pada saan
menggunakan mesin pemeras, yaitu sebagai berikut:
a. Perhatikan kapasitas mesin.
b. Atur kecepatan pemerasan (tinggi, sedang
atau rendah).
c.
Perhatikan kadar air pada waktu pemerasan.
6. Pengeringan (Drying)
Proses
pengeringan dilakukan untuk menyempurnakan proses pemerasan sehingga linen
kering sempurna sehingga siap untuk digunakan kembali. Bila linen tidak
sempurna keringnya dapat menimbulkan jamuran, noda ataupun bau yang kurang
sedap.
Yang
harus diperhatikan pada saat pengeringan linen adalah sebagai berikut:
a. Perhatikan tingkat kecepatan mesin
pengering.
b. Ataur waktu yang diperukan sesuai dengan
jenis linen.
c.
Linen tidak boleh terlalu dikeringkan.
7. Penyetrikaan (pressing)
Proses
menyetrika linen-linen dapat menggunakan beberapa alat, yaitu sebagai berikut:
a. Flat roll ironer, yaitu mesin yang
digunakan untuk menyetrika linen-linen hotel yang berupa lembaran. Misalnya,
seprai, sarung bantal, tapak lena, napkin, dan sebagainya.
Yang
harus diperhatikan pada saat menggunakan alat ini adalah sebagai berikut:
1) Linen tidak boleh terlalu basah/kering.
2) Linen yang sobek jangan do roll.
3) Steam jangan terlalu panas.
4) Bantal roll tidak merata.
5) Dilakukan terus menerus.
Istilah lain untuk alat ini adalah Mangler/
roller.
b. Hand ironer, alat setrika ini
dipergunakan untuk linen-linen yang berukuran kecil dan dapat beberapa variasi.
Dengan demikian tidak bias dimasukan ke dalam roll kain skirting yang telah
dibentuk.
Yang
harus diperhatikan pada saat menggunakan alat ini adalah sebagai berikut:
1) Perhatikan ukuran panas harus sesuai
dengan asal bahan.
2) Perhatikan kabel tidak terlilit/terbuka.
3) Selalu gunakan alas sepatu karet.
8. Pelipatan Linen Bersih (Folding a Clean
Linen)
Melipat
linen dapat menggunakan mesin lipat secara manual. Pada hotel-hotel besar,
pelipatan linen-linen berupa lembaran besar biasanya menggunakan folding
machine yang tergabung dengan flat roll ironing. Ketika linen-linen tersebut
dimasukan ke dalam roller, linen akan keluar diujung berikutnyasudah dalam
keadaan terlipat. Bila dikerjakan secara manual, linen dilipat dengan tenaga
manusai. Biasanya bila linen lembaran disetrika dengan roller tetapi tidak
disediakan mesin pelipatnya, makan linen yang sudah disetrika tersebut akan
menumpuk menunggu dilipat oleh petugas. Hal ini karena umumnya kecepatan mesin
bila dibandingkan dengan kecepatan tangan manusia jelas berbeda.
9. Penyimpanan Linen Bersih (Storing a Clean
Linen)
Penyimpanan
lnen bersih harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh mengingat biaya yang
dikeluarkan untuk pengadaanyantidak mudah dan jumlahnya tidak sedikit. Untuk
menjaga kondisi linen tersebut, ruang penyimpanan harus bersih dan kering.
Linen-linen
yang telah bersih dari laundry siap dikirim ke seksi-seksi yang membutuhkan.
Sebelum dikirim ke seksi-seksi linen
tersebut disimpan dengan rapi secara berkelompok.
a. Untuk memudahkan pengecekan setiap
tumpuk linen harus sama jumlah dan jenisnya.
b.
Usahakan ada celah antara tumpukan
agar ada sirkulasi udara.
c. Gunakan system FIFO dalam
pendistribusian.
d. Lena yang berukuran besar diletakan pada
rak yang plaing bawah.
e. Lena yang sering digunakan diatur pada
rak yang sejajar dengan tangan.
f. Berikan label untuk setiap jenis lena
pada rak.
g.
Sisihkan lena yang rusak.
10. Pengiriman Linen.
Pengiriman linen ke seksi-seksi dilakukan
dengan kereta roomboy dan disesuaikan dengan tingkat hunian kamar.
11. Penggunaan Linen.
Dalam
penggunaan linen perlu diperhatikan dengan baik sehingga linen yang rusak/
ternoda dapat diminimalkan. Bila ada penyalahgunaan terhadap penggunaa linen
segera lapor kepada atasan.
D. Cara Menyimpan Linen
Agar
awet, linen tentu saja harus disimpan sebaik-baiknya. Untuk itu ada berbagai
hal yang harus diperhatikan didalam menyimpan linen, yaitu:
Ø Linnen yang telah dicuci dan dihaluskan
dilaundry harus disimpan diatas rak penyimpanan (Linnen Rack) dan di atur
menurut ukurannya.
Ø Lipatan linnen harus menghadap keluar agar memudah kan
penghitungan maupun pengambilannya.
Ø Pengambilan linnen harus dilakukan dengan
sistem FIFO (First In First Out), dimana linnen yang baru dikirim dari laundry
harus disimpan dirak dengan posisi paling bawah agar digunakan belakangan,
yaitu setelah linen yang ada di atasnya terpakai. Dengan kata lain, yang
tersimpan terdahulu harus dipergunakan terdahulu, yang disimpan belakangan
digunakan belakangan. Hal ini dimaksudkan supaya long life (umur) linnen
tersebut menjadi panjang, awet damn tidak mudah rusak.
E. Linen Parstock dan Linen Inventory
Linen parstock adalah jumlah
persediaan linen yang dibutuhkan dalam peredaran, atau jumlah persediaan linen
yang diperlukan dalam operasi hotel. Persediaan linen ideal adalah 5 par (limat
set) dengan asumsi :
· 1 par terpasang
· 1 par di linen room
· 1 par di main linen room sebagai
cadangan
· 1 par kotor (belum dicuci)
· 1 par di laundry dalam proses pencucian
Hal
ini tidaklah mutlak, tetapi sangat tergantung terhadap kemampuan hotel serta
management policy.
Adapun pengadaan parstock ini
meliputi semua perlengkapan yang diperlukan bik di Floor Section maupun Food
and Beverage outlet. Minimal perlengkapan linen yang harus dimiliki oleh suatu
hotel dalam operasinya adalah 3 par dengan asumsi :
· 1 par terpasang
· 1 par kotor
· 1 par siap pakai
Untuk menghitung parstock yang diperlukan
Floor Section, yaitu linen supplies yang digunakan dikamar tamu (guest room),
rumusnnya adalah sebgai berikut :
[ Jumlah
kamar x jumlah linen supplies yang terpasang x parstock ]
Contoh
1 :
Sebuah hotel memiliki 50 buah kamar
twin bed room. Satu bed dipasang 3 single sheet. Satu kamar (dengan dua bed),
berarti sheet yang dipasang 6 pcs. Bila hotel tersebut menggunakan 3 parstock
single sheet, maka jumlah sheet yang diperlukan adalah :
50 x 6 x 3 = 900 pcs
Keterangan
: 50 = jumlah kamar
6
= sheet yang terpasang
3
= parstock
Contoh
2 :
Di
dalam restaurant terdapat 25 buah meja. Masing- masing meja untuk empat orang.
Berapa table cloth serta napkin yang harus tersedia untuk 3 par?
Jawab
:
Napkin
yang terpasang 25 x 4 pcs = 100 pcs.
Jadi
linen supplies yang harus tersedia adalah 3 par :
Table
cloth = 25 x 3 = 75 pcs.
Napkin
= 100 x 3 = 300 pcs.
Ini
untuk satu restaurant.
Jika
restaurant lebih dari satu maka tinggal menghitungnya :
Jumlah meja x jumlah linen supplies
yang terpasang (table cloth dan napkin) ditiap meja x parstock :
Table
cloth = 100 x 1 x 3 = 300 pcs.
Napkin = 100 x 4 x 3 = 1200 pcs.
Keterangan : tiap satu meja dipasang 1 table
cloth dengan 4 napkin.
Linen
inventory yaitu pengecekan atau perhitungan terhadap jumlah lena yang dimiliki
hotel yang sedang beredar. Tujuannya :
· Mengetahui jumlah linen yang beredar.
· Mengetahui bila ada kekurangan linen.
· Mengetahui jumlah linen yang hilang.
· Mengetahui jumlah linen yang rusak.
· Mengetahui bila ada kemacetan linen.
· Dapat mengrontrol linen lebih baik.
· Dapat mengadakan rekapitulasi lena
secepatnya.
Adapun masalah-masalah yang ada di Linen Section, sebagai berikut :
1. Kurang kerapihan dalam proses penyetrikaan dan pelipatan linen-linen hotel,
2. Lambatnya proses sehingga menghambat kinerja Room Attendant,
3. Kurangnya alat yang memadai sehingga membantu kelancaran pekerjaan.
Adapun masalah-masalah yang ada di Linen Section, sebagai berikut :
1. Kurang kerapihan dalam proses penyetrikaan dan pelipatan linen-linen hotel,
2. Lambatnya proses sehingga menghambat kinerja Room Attendant,
3. Kurangnya alat yang memadai sehingga membantu kelancaran pekerjaan.
Thank You.
Notice
Merah : Housekeeping
Biru : Front Office