Jumat, 06 Maret 2020

How be a Hotelier Liner


Assalamualaikum and Good Afternoon

Supervision Rooms Division

This artikel i wanna tell you about " HOW TO HANDLING GUEST FROM CHECK-IN UNTIL CHECK-OUT " and this artikel i wanna share HOW TO COUNT STOCK STAFF, STRUCTURE ORGANITATION FRONT OFFICE INCLUDE WITH JOB DESCRIPTION.

https://drive.google.com/open?id=1iYM7fKjbwAtX729p5JZOl6vrV_tIXOuw

This video as an illustration of How To Handling Guest Check-In until Check-Out.




1) GSA ( Guest Service Assistance ) / Receptionist




   Pada saat Tamu akan ke counter untuk membuat Regestrasi  mereka akan disambut oleh receptionist yang berada di counter front office . Recepsionist akan memberikan sambutan hangat untuk para tamu dengan memberikan salam , ucapan selamat datang dan menawarkan bantuan dengan senyum ramah tapi cekatan .

   Dalam beberapa tamu hotel untuk menangani penerimaan tidak hanya check-in tetapi juga menangani tamu check out. Mengkin penggabungan ini dilakukan jika hotel telah menerapkan sistem komputer . Ada banyak istilah untuk bagian ini , seperti Front Desk Agent ( FDA ) , Guest Service Agent ( GSA ), duta besar , Reservation . Recepsionist adalah orang yang penting bagi tamu hotel . Para tamu yang paling sering melakukan panggilan telepon selama mereka tinggal di hotel adalah kepada recepsionist. Tentu saja recepsionist akan menciptakan dan memelihara citra yang baik dan membuat tamu ingin datang kembali ke hotel .

Tugas dan tanggung jawab

    - Menyambut tamu,
    - Proses pendaftaran tamu,
    - Mempersiapkan kedatangan tamu dan menentukan ruang tamu,
    - Berurusan dengan kunci kamar,
    - Menjawab telepon dengan cepat dan ramah,
    - Penanganan permintaan tamu selama menginap,
    - Berkoordinasi dengan departemen lain untuk memenuhi tamu Kebituhan,
    - Mengatasi masalah terkait dengan produk dan layanan hotel,
    - Membuat laporan yang berhubungan dengan tamu dan tarif kamar hunian sebagai pernyataan              laporan tamu yang menginap di hotel.

Awal kegiatan persiapan penerimaan

    1. Membaca buku log book, berfungsi untuk memberikan update mengenai hal-hal atau masalah yang memerlukan tindak lanjut dari petugas dalam kelompok kerjasebelumnya berikutnya kelompok kerja untuk memfasilitasi pekerjaan dan memastikan bahwa layanan tamu diberikan secara maksimal karena segala hal penting yang berkaitan dengan catatan .
    2. Status Akurasi ruang rak ( rak kamar ) rak Room adalah salah satu kelengkapan di recepsionist . Dengan bantuan rak kamar ini Recepsionist akan dengan mudah mengetahui status dari masing-masing kamar. sehingga akan mempercepat proses penentuan ruang penjualan dan kamar. Beberapa informasi di rak kamar :
    - Alokasi kamar
    - Nomor kamar
    - Tarif kamar
    Kamar status di hotel yang telah menggunakan sistem komputer , ruang rak tidak lagi populer . Tapi prinsip yang sama memberikan informasi tentang status kamar setiap hari sebagai recepsionist dalam penjualan informasi untuk kamar

      3 . Menghitung tujuan roomThe adalah untuk menentukan apakah atau tidak ada kamar yang tersedia yang bisa dijual pada hari itu . Khusus untuk berjalan -in tamu . bagaimana menghitung kamar adalah sebagai berikut :
Jumlah kamar hotel - ( menempati kamar + rumah use- check out check in room + ) = ruangan yang bisa dijual

     4 . Blocking kamar ( blocking kamar ) Satu set kegiatan yang dilakukan nomor kamar sebelum kedatangan tamu yang sudah memesan kamar . Tujuannya adalah agar tamu yang memesan kamar akan mendapatkan kamar sesuai dengan pemesanan .

    5  Ruangan laporan status ( status laporan kamar ) laporan status Room dibuat sebelum kedatangan tamu tiba untuk memberikan informasi rinci tentang status kamar tamu . Informasi Rdapat laporan status kamar selalu berisi indikasi status kamar tamu. Fungsinya akan sama jika jika hotel menggunakan sistem manual dengan rak status kamar.

     6 . Kedatangan daftar listThe diharapkan menyajikan infomasi tentang tamu yang akan tiba pada hari tertentu . Dengan diharapkan kedatangan check list kemudian recepsionist dapat mempersiapka :
    Semua kamar sudah dipesan oleh tamu dan diharapkan tiba pada hari itu ·
    Nomor kamar yang bisa dijual kepada tamu tanpa reservasi.

     7 . Sejarah mencatat kunjungan tamu ( record history tamu ) fungsi merekam sejarah Guest untuk mengetahui siapa tamu yang sering menginap di hotel. Jadi kita dapat mengatakan namanya saat bertemu dengan para tamu. Selain itu kami juga akan memberikan layanan yang lebih besar untuk tamu yang telah menjadi pelanggan untuk tinggal atau hotel bisnis.

     8 . Daftar tamu Pwnting ( daftar orang penting ) Tujuan pengelompokan tamu VIP di hotel adalah untuk :
     - Menyambut tamu dengan hangat kritis,
     - Memberikan penghargaan kepada mereka,
     - Perhatikan keberadaan mereka.

Dalam hal VIP dibagi menjadi beberapa kategori yang disesuaikan dengan posisi , kantor , hotel dan opentingnya manfaat belakang hotel untuk kerja sama yang positif di masa depan , yaitu :

    VVVIP ( orang yang sangat sangat sangat penting ) ·
    VVIP ( orang yang sangat sangat penting ) ·
    VIP ( orang yang sangat penting ) ·
    IP ( orang penting ) ·
    CIP ( orang penting secara komersial ) ·
    SPATT ( perhatian tamu istimewa )

Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada GSA sebagai berikut :
1. Terjadinya kesalahan dalam memblokir kamar,
2. Terjadinya kesalahan dalam membagikan tipe bed kamar pada tamu,
3. Lambatnya proses handling guest baik itu check-in ataupun check-out,
4. Kurangnya pemahaman bahasa yang di miliki oleh seorang GSA,
5. Kurangnya pemahaman dalam menangani komplainan tamu. 

2) GRO ( Guest Relation Officer )




   Guest Relation Officer Hotel adalah salah satu petugas yang berhubungan langsung dengan tamu, mereka adalah orang pertama yang menyambut dan memberikan salam pada saat tamu tiba. Demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu seorang GRO harus memastikan selama tamu menginap mereka mendapatkan kesan atau atau pengalaman yang tak terlupakan. Posisi GRO juga memastikan tamu merasa senang dan nyaman sejak pertama kali mereka menginjakan kaki sampai mereka pergi meninggalkan hotel.

   Seorang GRO harus memiliki kemampuan untuk menghafal atau mengenali nama nama tamu, walaupun GRO tidak dapat menghafal nama seluruh tamu yang menginap pada saat itu, mereka setidaknya bisa menghafal tamu-tamu tetap (repeater guests). Seorang GRO harus bisa membuat schedule mingguan ataupun bulanan staff di front office.

   GRO menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada tamu yang tiba dan mengucapkan salam perpisahan saat tamu akan pergi. GRO meriview daftar tamu harian yang akan tiba (Expected Arrival List) mendampingi, menyiapkan dan mendistrubusikan aminities untuk menyabut tamu tiba.

   GRO bertugas mengantar tamu VIP ke kamar dan megecek kondisi kamar-kamar tersebut sebelum tamu masuk. GRO harus bertindak sigap dan tangkas dalam membantu tamu sesuai apa yang mereka butuhkan. Ketika ada komplain, GRO akan mengizinkan tamu untuk berbicara terlebih dahulu kemudian menawarkan solusi.

   GRO mencatat segala aktifitas harian di logbook untuk memastikan petugas shift selanjutnya mengetahui segala sesuatu yang membutuhkan perhatian ekstra (Extra Attention). Seorang GRO juga harus selalu menjaga sikap ramah tamah dan etika dalam menyambut tamu, selain itu GRO juga mempromosikan seluruh fasilitas hotel dan mengetahui area sekitar jika suatu saat tamu menanyakan arah, GRO harus menghafal dan mengenali tempat tempat terbaik untuk berwisata, berbelanja dan wisata kuliner.

Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada GRO, sebagai berikut :
1. Lupa membuat atau mengecek log book yang biasanya juga di buat oleh seorang GSA,
2. Lupa mengecek VIP list yang akan check-in,
3. Tidak menghafal atau mengenali tempat-tempat wisata, tempat kuliner ataupun tempat berbelanja pada daerah tempatnya bekerja,



3) Greeter




  Seorang greeter bertugas sebagai penyambut tamu ketika tamu masuk ke lobby hotel dan mengarahkan tamu ke reception, kalau hotel lagi low occupancy seorang greeter juga sesekali bertugas membantu bellboy dalam hal mengangkat barang bawaan tamu dan membantu memesankan taxi ataupun taxi online buat tamu yang butuh taxi.

Adapun permasalahan yang biasa ada pada seorang greeter sebagai berikut :
1. Tidak membukakan pintu lobby buat guest yang mau masuk,
2. Tidak senyum dan menyapa guest,
3. Tidak mengarahkan tamu ke reception,
4. Kurangnya pemahaman bahasa seorang greeter untuk menyambut tamu asing. 


4) Telephone Operator



    Tugas utama seorang telepon operator adalah menerima atau menyambungkan telepon, dari atau untuk tamu dihotel maupun diluar hhottel. Disamping tugas utama, ada beberapa tugas lain, yaitu:
·         Memberikan pelayanan wake up call
·         Mengoperasikan switch board
·         Memberikan informasi kepada tamu
·         Pelayanan pemutaran kaset/video/public music
·         Membuat telepon billing
·         Menerima pesan dari tamu, untuk tamu
·         Menjaga kebersihan area kerja
·         Menjaga sopan santun bertelepon
·         Melayani sambungan local, interlokal, dan internasional
·         Menerima dan mengirim faxcimile dari tamu maupun dari manajemen hotel
·         Membuat laporan sambungan telepon local, interlokal, maupun internasional
·         Menangani laporan ancaman bom
   Bagian operator juga bagian terpenting dalam sebuah hotel.seorang telepon operator harus bersikap ramah dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Karena lawan bicara tidak terlihat, karyawan di bagian telephone operator tidak berhak memberikan informasi kepada penelepon tentang keadaan tamu diluar kamar, walaupun itu sangat diminta oleh penelepon, sebab hal itu akan mengganggu ketenangan dan privasi tamu, dan bisa saja si penelepon memiliki niat yang tidak baik. Telephone operator juga disebut ujung tombak dari suatu perusahaan,karena para petugas dibagian ini memegang peran sebagai penyambung lidah antara perusahaan. Sebagai ujung tombak, seorang telepon operator harus mampu mengembangkan kepribadiannya di dalam bertelepon. Suara anda harus berirama baik, kata-kata yang diucapkan harus jelas, intonasi suara penuh keramahan, penuh perhatian dan selalu berkonsentrasi setiap melakukan perbincangan. Petugas telepon operator harus mampu dan memahami seluk beluk telepon, baik local maupun internasiona, dan juga harus mampu mengucapkan “spelling board” dengan benar dan juga hafal dengan extention number yang ada dihotel.

Istilah-isilah di telephone operator :
·        Collect Call : permintaan percakapan telepon yang mana tagihan telepon ditagihkan pada penerima telepon.
·           Talk Free Call : percakapan telepon luar negeri atau dalam negeri lewat di system pelayanan otomatis yang biayanya di bedakan kepada orang yang di panggil. Nomor talk free call biasanya di bedakan secara umum kepada siapa saja yang yang membutuhkannya, biasanya dalam bidang bisnis.
·            Fix time Call : permintaan percakapan telepon yang waktunya ditenukan oleh pemanggil dengan persetujuan operator.
·     Conference call : percakapan telepon oleh tiga orang atau lebih dengan menggunakan perlengkapan tertentu.
·        Credit Card Call : Permintaan percakapan telepon yang pebayarannya di tanngung oleh pemegang kartu kredit

Adapun masalah-masalah yang ada di Telephone Operator, sebagai berikut :
1. Salah dalam menyambungkan extension tujuan,
2. Lupa mencatat nomor telephone out going call yang masuk,
3. Lupa melakukan wake up call kepada tamu yang request wake up call,
4. Lupa melakukan greeting call dalam menangani telephone,
5. Kurangnya pemahaman bahasa asing yang di miliki seorang petugas Telephone Operator,
6. Tidak membuat logbook.


5) Bellboy atau Bellmaid




   Bellboy atau Bellmaid adalah posisi atau bagian yang membantu tamu dalam urusan barang-barang bawaan  dan transportasi. Bell Boy bertanggung jawab dan memastikan bahwa tamu telah mendapatkan pelayanan dan sambutan yang hangat. Bertanggung jawab atas penanganan barang-barang bawaan tamu, transportasi dan informasi telah tamu dapatkan dengan efisien dan sopan serta propesional.


Tugas-tugas seorang bellboy, sebagai berikut :
  Mengambil dan mengantar barang-barang bawaan tamu saat datang maupun saat tamunya berangkat pulang.
  Memberi kode pada barang-barang tamu agar tidak tertukar sengan barang tamu lainnya.
  Mengambil dan mengantar barang tamu dengan cepat dan efisien ke dan dari kamar tamu.
  Menyediakan pelayanan transportasi kepada tamu.
  Membukakan pintu mobil untuk tamu.
  Memastikan tidak ada kendaraan yang parkir di jalan masuk pintu Lobi Hotel.
  Bisa dan siap menjawab segala pertanyaan dati tamu.
  Mengantarakan pesan berupa surat atau fax ke kamar tamu.
  Dapat menjalankan tugas sesuai dengan yang dibutuhkan.
  Mengumpulkan baran-barang tamu.
 Menerima tugas-tugas lainnya dari Bell Captain.
  Menjga pintu Lobi bebas dari kertas-kertas atau sampah lainnya.
  Berdiri dan menjaga pintu masuk Lobi.
  Memastikan tidak ada barang bawaan tamu tertinggal dalam taksi saat tamu datng menggunakan taksi.
  Memarkir mobil tamu ke area parkir yang telah disediakan.
  Membantu tamu dalam memberikan informasi  tentang fasilitas hotel setelah tamu cek in.

Adapun masalah-masalah yang biasa ada pada Bellboy atau Bellmaid, sebagai berikut :
1. Lupa memberikan lagguage tag pada barang bawaan tamu,
2. Dalam menangani barang bawaan tamu biasanya tertukar,
3. Lupa mengantarkan barang bawaan tamu yang sudah melakukan checkin,
4. Terjadinya kerusakan pada barang bawaan tamu yang diakibatkan ketidak telitian seorang bellboy atau bellmaid,
5. Tidak membantu tamu dalam menangani barang bawaan tamu,
6. Kurangnya pemahaman bahasa asing yang dimiliki seorang bellboy atau bellmaid.

6) Room Attendant atau Room Boy/Room Maid




Seksi ini bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kamar tamu hotel, yang meliputi kebersihan, kerapian, keindahan dan kenyamanan tamu di hotel. selain unsur-unsur penting itu pihak housekeeping khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik–baiknya sehingga tamu merasa puas selama tinggal di hotel dan menjadi pelanggan yang tetap (repeat guest), Untuk melaksanakan tugas dengan baik seorang roomboy harus mengetahui peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room section.

Adapun ketentuan-ketentuan antara lain:
1.      Mengenakan seragam hotel ,sepatu dan kaus kaki yang ditentukan
2.      Selalu   tepat   waktu   dan   bila   ada   halangan   diharap   memberitahu sebelumnya
3.   Segera  melaporkan  kepada  supervisor  atau  kantor  tata  graha  jika menjumpai  tamu yang sakit dan  hal-hal  yang  mencurigakan  misalnya pencuri atau skipper.
4.      Harus ramah dan member salam pada tamu serta melayani tamu dengan senang hati.
5.      Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya.
6.      Melaporkan dan membawa lost and found kepada supervior.
7.      Dilarang  meninggalkan  roomboy  station  atau  tempat  tugas  tanpa  izin supervisor.
8.      Dilarang mengobrol dengan sesama karyawan ataupun tamu.
9.      Dilarang  merokok  dan  berbicara  keras-keras  ditempat  tugas  sehingga   mengganggu kenyaman tamu.
10.  Dilarang menghidupkan radio atau nonton tv di kamar.
11.  Dilarang mengajak teman berkunjung kedalam hotel.
12.  Dilarang membawa barang atau apapun tanpa izin.
13.  Dilarang mengunakan lift tamu.
14.  Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi.
15.  Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass key)

Tugas dan Tanggung Jawab Room Attendant dalam Pelayanan

Room attendant  merupakan petugas hotel yang  berada pada  seksi kamar  yang berhubungan langsung dengan tamu (front of the house). Tugas dari room attendant dapat dikatakan rumit dan berat karena complain yang datang dari tamu banyak sekali hubunganya dengan kamar dan baik atau buruknya  kamar hotel tergantung dari kualitas room attendant hotel tersebut. Harus diingat, bahwa pada tamu masuk kamar, pandangan pertamanya akan ditunjukkan pada kerapian tempat tidur.  Mereka akan mendapatkan kesan yang pertama atas hotel secara keseluruhan hanya dengan melihat kerapian tempat tidur tersebut.
Adapun  tugas  dan  tanggung  jawab  room  attendant  dalam  pelayanan  adalah sebagai berikut.
1.      Mengelola kamar yang menjadi tanggung jawabnya ( dalam arti yang luas ) baik atau buruknya kamar   sangat   tergantung  pada   room  attendant,   mulai  dari ketelitian, kerajinan maupun kualitas. Seorang room attendant yang rajin, teliti, dan terampil dalam melaksankan pekerjaannya akan dapat menghasilkan kamar yang  bersih, rapi,  lengkap dan nyaman. Oleh sebab itu room attendant harus mengerjakan kamar dengan teliti dan memeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya.
2.      Melayani tamu. Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak dibatasi waktunnya, sebab setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari. Pelayanan memiliki defenisi sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh manusia dan untuk manusia, dalam rangka memenuhi kebutuhan – kebutuhan serta tujuan – tujuannya sehingga membuat tamu merasa puas. Agar tamu dapat merasa puas maka  room  attendant  harus  dapat  memeberikan  pelayanan  yang  berkualitas.
3.      Menjalin kerja sama dengan sesama room attendant dan seksi – seksi lain yang berada  di housekepping department, bahkan  dengan  seksi              yang  berada  di department lain. Hal ini perlu dilaksanakan karena industri hotel merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yang terdiri dari beberapa department yang masih memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat berjalan dengan sendirinya.
Untuk  melaksnakan  tugas  pelayanannya,  room  attendant  dalam  kesehariannya dibagi  menjadi tiga shift dalam pelaksannannya, yaitu :
1.      Morning Shift              :Pukul 08.00 – 16.00
2.      Evening Shift               :Pukul 16.00 – 00.00
3.      Night Shift                   :Pukul 00.00 – 08.00

Ruang lingkup Operasional  Pelayanan Room Attendant

Room Attendant dipimpin oleh Floor Capatain yang bertanggung jawab langsung kepada Executive Housekeeper.
Floor Captain bertanggung      jawab akan kelancaran tugas operasional pemeliharaan dan kebersihan  kamar  tamu  yang dilaksanakan  oleh  Room Attendant. Ruang lingkup yang menjadi tanggung jawab pelayanan Room Attendant adalah kamar – kamar tamu dengan mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale). Untuk melaksanakan tugas dengan   baik seorang Room   Attendant   harus mengetahui ketentuan – ketentuan yang berlaku di Room Section sehingga setiap room Attendant dapat melaksanakan tugasnya dengan baik yang nantinya akan mendatangkan kepuasan kepada tamu dengan pihak hotel.

Menentukan Pembersihan Kamar

Mulai dari permintaan tamu (request early cleaning)
Kamar-kamar dengan code VIP
Kamar dengan tanda “Service” atau “Please make up my room“
Kamar kosong dengan status kotor (vacant dirty)
Kamar yang masih ada tamunya (occupaid / stayovers)
Kamar dengan status expected departure (ED)
Namun kondisi hotel dengan occupancy tinggi, biasanya housekeeping akan menguamakan kamar yang status vacant dirty menjadi prioritas utama untuk dibersihkan agar kamar tersebut dapat dijual ke tamu yang lain.

Membersihkan Kamar Tamu

Hotel menyediakan banyak fasilitas untuk memanjakan pelanggannya dengan memberi rasa nyaman dan aman agar pelanggan merasa betah. Room mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk meningkatkan image hotel secara keseluruhan. oleh sebab itu, room yang dijual kepada tamu harus dijaga dan dirawat kebersihannya.
Dalam hal ini, Room Attendant berperan penting untuk meningkatkan image hotel terhadap pelanggan dengan cara menyediakan, mempersiapkan dan menjaga kebersihan setiap kamar tamu. Kondisi kamar dapat menyampaikan suatu pesan dan buruknya karyawan dalam mempersiapkan kamar yang nyaman dan bersih bagi tamu.
Selain kebersihan, kecepatan untuk menyediakan kamar bersih juga memberikan nilai tambah bagi housekeeping. Ketersediaan kamar akan mengindari tamu untuk menunggu pada saat check in. Oleh sebab itu, Ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka Floor Supervisor harus me-release status kamar tersebut secepatnya. Jangan menunda!.
Prosedur pembersihan kamar perlu diperhatikan sedemikian rupa untuk memastikan semua bagian di dalam kamar tidak ada yang terlewatkan. Pembersihan harus dilakukan secara detail termasuk kerapian, kelengkapan amenities dan kebersihan. Pekerjaan utama dalam proses pembersihan kamar terdiri dari preperation (persiapan), process (pembersihan) dan finishing (pengecekan).
1.      Persiapan

Pada tahap persiapan ini, room Attendant melakukan persiapan sebagai berikut :
1.      Melapor ke housekeeping office dengan menandatangani daftar hadir (attendance record) pada kolom Time In.
2.      Mengambil room assignment sheet yang merupakan daftar kamar-kamar yang harus dikerjakan oleh room attendant. room assignment sheet ini dipersiapkan oleh floor supervisor untuk mengatur alokasi room atttendant dalam pembersihan semua kamar di hotel.
3.      Mengambil kunci kamar (Master key) sesuai dengan daftar kamar pada room assignment sheet kemudian menandatangani pada “key log book” pada kolom Key Out.
4.      Mengikuti “Morning briefing” yang dipimpin oleh supervisor untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas hotel misalnya : EA, ED, VIP, dan lain-lain.
5.      Room attendant menuju section masing-masing sesuai dengan lantainya kemudian mengambil “trolley” sebagai tempat penyimpanan semua peralatan penunjang kamar.
6.      Kemudian, mengecek semua kamar untuk memastikan status kamar sesuai dari system komputer sama dengan status fisik. Selain itu, tujuan lainnya adalah mengecek laundry tamu, mengecek kamar yang ada tanda “SERVICE dan DND” dan sebagai laporan untuk room discrepancy
7.      Hasil pengecekan fisik ini akan dilaporkan ke floor supervisor sabagai laporan morning housekeeping report setelah dikumpulkan dari semua room attendant yang bertugas.
8.      Room attendant sudah siap melakukan pembersihan kamar. biasanya akan dimuali dari kamar-kamar yang ada tanda “service”.
2.      Pembersihan
Pada tahap ini, room attendant sudah siap membersihkan kamar tamu, Prosedur pembersihan yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.       Entering the guestroom
-  Bell kamar kemudian sebutkan “Housekeeping”, bila tidak ada respon ulangi lagi. Jika juga tidak ada respon, buka pintu perlahan sambil mengatakan housekeeping.
§  Jika ada respon dari dalam, tunggu hingga pintu dibuka oleh tamu kemudian minta ijin apakah kamarnya dapat dibersihkan.
b.      Begining Task
-  Bawa masuk caddy tray dan linen bersih ke dalam kamar. letakkan caddy ke bathroom dan linen diatas luggage rack.
-  Buka curtain supaya penerangan di dalam kamar lebih terang. Buka jendela untuk sirkulasi udara segar (beberapa hotel jendela tidak dapat dibuka dengan alasan keamanan).
-  Bawa gelas, ashtray, cangkir ke basin di bathroom. bila ada tray dar room service hubungi room service untuk pick up.
-  Bersihkan tempat sampah dan buang sampah tersebut ke rubbish bag di trolley.
-  Periksa semua ruangan untuk melihat apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal.
c.       Stripping the bed
-  Pindahkan bila ada barang / pakaian tamu ke tempat, setelah selesai making kembalikan ke posisi awal.
-  Lepaskan sarung bantal satu per satu kemudian letakkan bantal diatas meja/sofa.
-  Tarik sheet kotor satu per satu agar barang yang ada di bed tersebut tidak terbawa ke laundry.
-  Pindahkan semua linen kotor ke linen bag pada trolley.
d.     Making the bed
-  Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.
-  Letakkan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing sudutnya dengan membentuk sudut 45 derajat.
-  Letakkan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar dengan tepi bed, kemudian rapikan hingga terlihat kencang.
-  Letakkan bantal yang sudah dipasang sarung bantal pada ujung bed dekat head board.
-  letakkan bed runner sebelah bawah dari bed.
e.       Dusting
-  Proses dusting sebaiknya dilakukan secara terarah (se-arah jarum jam) untuk memastikan semua furniture tidak ada yang terlewatkan termasuk door entrance, skirting, desk table, chairs, window frame, coffee table, bed side table, wardrobe, dan lain-lain.
-  Lengkapi semua guest amenities yang dipakai oleh tamu dengan yang baru sebagai syarat kelengkapan kamar.
f.       Cleaning the bathroom
-  Bersihkan Glass tumbler yang kotor.
-  Bersihkan toilet, bathtup, shower, basin dan mirror.
-  Ganti towel yang kotor dengan yang bersih sesuai dengan standar.
-  Ganti dengan yang baru semua amenities yang dipakai. letakkan sesuai dengan standar.
-  Bersihkan lantai kamar mandi, pastikan bahwa rambut tidak ada yang tertinggal.
g.      Vacuuming the room
Vacuum lantai dari area yang paling jauh dari pintu dengan cara berjalan mundur. pastikan semua permukaan lantai tidak ada yang terlewatkan.
3.      Pengecekan
Pada tahap ini, room attendant memeriksa ulang kamar yang telah dibersihkan agar kamar tersebut sesuai dengan standar.
Adapun prosedure pengeceken meliputi :
1.      Kebersihan merupakan tujuan dari proses pembersihan, target kebersihan termasuk wall, furnitures, paintings, lamps, floor, linen, dan ceiling.
2.      Kerapihan merupakan pengaturan terhadap semua peralatan didalam kamar agar tertata baik dan rapi agar kelihatan menarik.
3.      Kelengkapan merupakan proses pengecekan terhadap semua amenities dan linens yang menjadi standar dari kamar tersebut dilengkapi setelah dipakai oleh tamu.
4.      Kerusakan bertujuan untuk memastikan semua perlengkapan di kamar dapat berfungsi dengan baik, misalnya lampu yang mati, remot control, furniture yang tergores, dan lain-lain.
5.      Kesegaran merupakan proses pengecekan terhadap kesegaran kamar. kamar yang baik adalah “fresh” bukan bau rokok, bau parfurm, dan lain-lain

Definisi Room Status

System komputerisasi yang dipergunakan dalam operasional hotel bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses operasi suatu hotel, yaitu teknologi komputerisasi yang mampu menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga pengelolaan hotel menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan
Software Hotel banyak di kempangkan oleh ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai kelebihan masing masing dengan harga yang bervariasi. Software hotel seharusnya memberikan solusi bagi semua kebutuhan operasional suatu hotel. Beberapa hotel software yang terkenal dan banyak dipergunakan adalah opera, Fidelio,Myoh, His, dan lain-lain.
Pada tulisan ini, pembahasan yang dibuat merupakan istilah- istilah umum yang sering dipakai dalam operasional hotel mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain:
O         : Occupied :     Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel.
OC      : Occupeid Clean :      Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang bersih
OD      : Occupeid Dirty :       Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang kotor. Ini terjadi akibat perubahan status dari OC ke OD setelah melewati satu malam stay.
V         : Vacant :         Sebutan bagi kamar yang kosong
VC      : Vacant Clean            :          Kamar yang kosong dengan keadaan bersih
VD      : Vacant Dirty :           Kamar yang kosong dengan keadaan kotor. kamar kotor dapat terjadi karena tamu yang sudah check out atau program cleaning dari housekeeping
VCI     : Vacant Clean Inspected :      Kamar kosong yang sudah dibersihkan dan diperiksa oleh floor supervisor dan siap untuk menerima tamu (dijual)
Comp  : Compliment :            Kamar yang terigester oleh seorang tamu, namun kamar tersebut free of charge (gratis).
HU      : House Use :   Kamar yang teregister atas nama seseorang dari manajemen atau karyawan yang dipergunakan sebagai tempat tinggalnya.
DND   : Do not Disturb :        Suatu tanda yang dibuat oleh tamu untuk tidak diganggu.
SO       : Sleep Out :    Seorang tamu yang masih teregister, namun kamar tidak dipergunakan karena tamu tesebut harus meninggalkan hotel beberapa hari.
Skip     : Skipper :        Tamu meninggalkan hotel sebelum melunasi semua kewajibannya
OS       : Out of Service :         Kamar yang memerlukan perbaikan ringan, biasanya lama perbaikan kurang dari satu hari, status ini dapat terjadi karena kerusakan atau program cleaning dari housekeeping. Out of service tidak mengurangi room availability.
OO      : Out of Order :           Kamar yang memerlukan perbaikan yang serius, biasanya lama perbaikan lebih dari satu hari. Status ini dapat terjadi karena kerusakan di kamar atau progam cleaning dari housekeeping. Out of order mengurangi room availability.
DO/ED            : Due Out / Expected Departure :       Daftar kamar-kamar yang diharapkan untuk check-out hari ini sesuai dengan tanggal departure
EA       : Expected Arrival :     Daftar nama-nama tamu yang diharapkan tiba hari ini
CO      : Check Out :   Tamu yang sudah meninggalkan hotel hari ini setelah melunasi semua kewajibannya termasuk menyerahkan kunci yang dipakai ke front office
LCO    : Late Check Out :      Permintaan tamu untuk meninggalkan hotel lebih lambat dari waktu check out yang ditentukan.
ONL    : Occupeid no Luggage :         Seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya.

DL       : Double Lock :           Permintaan tamu ke pihak hotel untuk melakukan double lock sehingga tidak seorangpun dapat masuk ke kamar tersebut.

Adapun masalah-masalah yang ada di Room Attendant, sebagai berikut :

1. Kurang bersih dalam membersihkan kamar tamu,
2. Tidak mengganti linen-linen ketika membersihkan kamar tamu,
3. Tidak membersihkan di area-area yang tersembunyi,
4. Tidak membersihkan semua kaca yang ada dalam kamar,
5. Lupa menaruh amenities,
6. Tangan jail ketika mengerjakan kamar yang statusnya occupied.

7) Public Area Section
7

Public Area Section
Bagian ini bertanggung jawab atas  kebersihan, kerapian, dan kenyamanan tamu hotel di public area. Bagian ini terdiri dai beberapa bagian yaitu
1.      Public area supervisor
2.      Public Area attendant
3.      Night Cleaner
4.      Florist

1.      Public Area Supervisor
Bertanggung jawab terhadap kebersihan, kerapian dan pemeliharaan Public area, seperti lobby, F&B outlet, meeting room, offices, parking area, swimming pool, public toilet dan sebagainya, dan pelaksanaan kerja public area dalam menjalankan pelayanan Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard dan prosedur yang ditentukan, uaraian tugas Public Area Supervisor adalah sebagai berikut :
a.       Bertanggung jawab terhadap kebersihan public area sesuai dengan standard dan prosedur yang ditentukan.
b.      Memberikan penugasan dan arahan terhadap tugas-tugas yang harus dijalankan   oleh Public area Attendant, Night Cleaner, Toilet Attendant, Florist serta meyakinkan   bahwa   pelaksanaan kerja dijalankan sesuai dengan standard yang ditentukan.
c.       Melakukan handing over dengan dengan shift sebelumnya pada saat akan memulai kerja, dan handing over dengan shift berikutnya pada saat akan menyelesaikan tugas dan mendelegasikan tugas-tugas yang harus dilanjutkan kepada shift berikutnya dengan jelas.
d.      Memeriksa daftar kehadiran Staff  Public area setiap hari.
e.       Memeriksa kondisi area umum secara teliti. Pemeriksaan kamar harus berdasarkan kebersihan, kerapian, kelengkapan dan fungsi dari peralatan atau fasilitas yang ada di area masing-masing.
f.       Memeriksa secara teliti atas ruangan-ruangan  restoran, bar, ruang rapat dan sebaginya yang telah dikerjakan oleh Staff  pada hari itu.
g.      Melengkapi laporan dalam Public area Supervisor Log book setiap shift.
h.      Membuat laporan Maintenance Request kepada Engineering dan menindaklanjuti area-area, fasilitas atau peralatan memiliki kerusakan, mengawasi pengerjaan dan memeriksa kembali hasil pengerjaannya.
i.        Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan seperti janitor trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan cleaning equipment baik di area maupun di janitor room atau Pantry.
j.        Bertanggung jawab terhadap biaya dan penggunaan barang-barang keperluan seperti cleaning agents, supplies dan equipment.
k.      Membuat program pelatihan (training program)  terhadap Staff Public area secara rutin.
l.        Mengawasi pelaksanaan program pemeliharaan atau pembersihan
secara berkala, seperti kristalisasi atau re-coating lantai marmer, pencucian lantai karpet, pembersihan kaca jendela, general cleaning dan sebagainya.
m.    Melakukan  pemeriksaan  atau  inspeksi  area  secara  rutin  untuk meyakinkan kualitas pemeliharaan kebersihan public area terjaga baik sesuai dengan standard yang ditentukan.
n.      Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan oleh Assistant Executive Housekeeper atau Floor Housekeeper serta melaporkan hasilnya.
o.      Melakukan kerjasama yang erat dan baik dengan semua bagian, seperti Floor, Linen/Uniform dan Laundry, serta dengan departemen lain, terutama Front office dan Engineering untuk meyakinkan koordinasi atas pelayanan kamar yang prima serta perawatan kamar dan public area yang terbaik.
p.      Mengadakan briefing rutin setiap hari, baik pagi hari atau handing over sore hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan dengan Staff Public area untuk melakukan koordinasi operasional serta saling bertukar pikiran (sharing idea) untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pekerjaan dan pelayanan.
q.      Menjalankan prosedur keamanan, keselatnatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
r.       Menjalankan tugas yang diberikan oleh Public area Housekeeper atau Executive Housekeeper/Assistant atau Floor Housekeeper.

2.      Public Area Attendant
Bertanggung jawab terhadap kebersihan dan pemeliharaan public area dan pelaksanaan kerja, menjalankan pelayanan Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Public Area Attendant adalah sebagai berikut :
a.       Melakukan handing over dengan Night Cleaner pada saat memulai kerja, dan handing over dengan Public area Attendant Shift sebelumnya pada saat akan menyelesaikan tugas.
b.      Membersihkan standing ashtray di area lobby dan area umum lainnya.
c.       Melakukan dusting di tangga-tangga, furniture, pigura, perhiasan area umum.
d.      Membersihkan lantai dengan Sweeping dan Mopping.
e.       Membersihkan restaurant atau F&B outlet lain selepas waktu makan pagi dan siang sehingga tidak mengganggu tamu yang berkunjung.
f.       Membersihkan kaca dan jendela di lobby, F&B outlet, pintu-pintu ruangan dan area lain.
g.      Membantu mengosongkan sampah dan linen  kotor dari  Room Attendant Trolley.
h.      Mengosongkan tempat sampah di area umum.
i.        Menjaga kondisi meeting room atau ruang banquet dalam keadaan bersih dan rapi, baik saat tidak digunakan, akan digunakan atau usai digunakan.
j.        Menjaga kondisi seluruh area umutn bersih dan rapi.
k.      Melapor pada Public area Supervisor apabila adan kerusakan yang terjadi di area.
l.        Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan Public area Section, seperti trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan cleaning equipment.
m.    Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara rutin.
n.      Menghadiri brlefing rutin setiap hari, baik pagi hari atau handing over sore hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan yang diadakan Supervisor atau Housekeeper.
o.      Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
p.      Menjalankan tugas khusus yang diberikan sesuai kebutuhan.

3.      N1ght Cleaner
Bertanggung jawab terhadap kebersihan Public area pada Night Shift (giliran kerja malam), menjalankan pelayanan Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan terhadap tamu, sesuai dengan standard dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Night Cleaner adalah sebagai berikut :
a.       Melakukan handing over dengan Public area Attendant Evening Shift pada saat akan memulai kerja, dan handing over dengan Public area Attendant Morning Shift pada saat akan menyelesaikan tugas.
b.      Melakukan dusting di tangga-tangga, furniture, pigura, perhiasan area umum.
c.       Membersihkan lantai dengan Sweeping dan Mopping.
d.      Mengosongkan tetnpat sampah di area utnum.
e.       Menjaga kondisi meeting room atau ruang banquet dalam keadaan bersih dan rapi, baik saat tidak digunakan, akan digunakan atau usai digunakan.
f.       Menjaga kondisi seluruh area umum bersih dan rapi, termasuk di employee service area, seperti locker, canteen, koridor karyawan, ruang parkir dan sebagainya.
g.      Melapor kepada Public area Supervisor apaila ada kerusakan yang terjadi di area.
h.      Memeriksa kebersihan, kerapian dan kelengkapan peralatan keperluan Public area Section, seperti trolley, cleaning supplies, cleaning agents dan cleaning equipment.
i.        Menjalankan program general cleaning, shampooing carpet, re-coating marble Floor atau tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan.
j.        Membantu tugas Floor Section menyiapkan linen di Floor Pantry atau tugas lain.
k.      Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara rutin.
l.        Menghadiri briefing rutin setiap hari, baik malam hari atau handing over pagi hari, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan yang diadakan Supervisor atau Housekeeper.
m.    Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
n.      Menjalankan tugas khusus yang diberikan sesuai kebutuhan.

4.      Toilet Attendant
Bertanggung jawab terhadap kebersihan dan pemeliharaan ruang-ruang toilet umum maupun di back Office dan locker room, menjalankan pelayanan Housekeeping yang nyaman dan menyenangkan, sesuai dengan standard dan prosedur yang ditentukan. Uraian tugas Toilet Attendant adalah sebagai berikut :
a.       Melakukan handing over dengan Shift sebelumnya pada saat akan memulai kerja, dan handing over dengan Shift berikutnya pada saat akan menyelesaikan tugas.
b.      Membersihkan toilet room di lobby, banquet room, back Office, executive Office, locker room dan ruang lainnya di public area.
c.       Membersihkan urinoir, wash basin, wah basin counter, cermin, toilet bowl, lantai dan lain-lain.
d.      Mengganti toilet tissue dan mengisi paper towel (bila tersedia) atau mengganti hand towel.
e.       Memeriksa dan mengosongkan serta membersihkan tempat sampah di toilet room.
f.       Melapor kepada Supervisor apabila ada kerusakan atau masalah yang terjadi di toilet room.
g.      Memeriksa kebersihan, kerapian peralatan keperluan kerja, seperti trolley, cleaning supplies/agents dan cleaning equipment.
h.      Membantu pelaksanaan tugas Staff Public area lain sesuai yang diinstruksikan.
i.        Menghadiri program pelatihan (training program) yang diadakan secara rutin.
j.        Melaksanakan program  pemeliharaan atau pembersihan secara berkala, seperti kristalisasi atau re-coating lantai marmer, pembersihan kaca jendela, general cleaning dan sebagainya.
k.      Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan oleh Assistant Executive Housekeeper atau Floor Housekeeper serta melaporkan hasilnya.
l.        Menghadiri briefing rutin setiap hari  atau  handing  over, dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan.
m.    Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.
n.      Menjalankan tugas yang diberikan oleh Executive Housekeeper/ Assisitant atau Floor Housekeeper.

5.      Florist
Bertanggung jawab terhadap penyediaan bunga-bunga dekorasi untuk public area, seperti di lobby, FO counter, restaurant, kamar tamu dan lain-lain. Uraian tugas Florist adalah sebagai berikut :
a.       Memeriksa secara teliti atas kamar-kamar yang akan digunakan hari itu berdasarkan Expected Arrival List dan mencatat jumlah kamar yang memerlukan penataan bunga.
b.      Menyiapkan  rangkaian bunga untuk kamar-kamar, terutama untuk VIP dan yang mendapat catatan khusus.
c.       Memeriksa kondisi dekorasi rangkaian bunga di lobby, restaurant, koridor lantai, valet parking desk, GRO desk, Executive Office dan tempat lain yang ditentukan, bila perlu menggantinya dengan yang baru dan segar.
d.      Melakukan permintaan (order) bunga hias/dekorasi sesuai dengan jadwal dan kebutuhan.
e.       Bertanggung jawab terhadap seni keindahan dan estetika dekorasi dengan bunga.
f.       Memenuhi permintaan khusus untuk penataan dekorasi bunga untuk acara-acara banquet bila diperlukan.
g.      Menghadiri program pelatihan (training prograni) yang diadakan secara rutin.
h.      Menghadiri   briefing  rutin   setiap  hari   atau  handing  over,  dan pertemuan berkala, baik mingguan atau bulanan.
i.        Selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian ruang kerja florist setiap saat.
j.        Menjalankan prosedur keamanan, keselamatan, higienis dan sanitasi baik untuk kepentingan tamu, orang lain dan diri sendiri.

k.      Menjalankan tugas khusus yang diberikan oleh pimpinan.


Adapun masalah-masalah yang ada di Public Area Section, sebagai berikut :
1. Kurang teliti dalam membersihkan sehingga area Hidden Place masih kurang bersih,
2. Lupa membuang sampah yang ada di dalam ruangan-ruangan, lobby, front office, atau back office,
3. Kurangnya alat yang memadai, sehingga kurang kebersihannya pada bagian-bagian yang sulit di jangkau,
4. Selalunya Public Area Attendant tidak stand by pada tempat yang telah di tempatkan, terutama di area lobby, toilet dan restaurant.

8) Order Taker Housekeeping




Order taker merupakan section yang terdapat di dalam ruangan atau office Housekeeping department. Order taker terlihat simple dalam tugasnya mengangkat dan menerima request ataupun menyampaikan informasi penting dari setiap departement kepada pihak yang bersangkutan melalui telephone. Ordert taker memiliki tanggung jawab yang besar dalam memberikan informasi tentangs status kamar tamu dan tamu VIP yang on board. Pencatatan setiap request ataui nformasi yang disampaikan harus details, dan terecord dengan system administrasi file yang rapi. Kegiatan order taker memang banyak melibatkan alat elektronik komputer dan telephone, membuat log book setiap transaksi kegiatan operasional .Hal paling penting untuk dikuasai sebagai order taker harus memiliki
kecakapan untuk memilih tingkat urgency dan mempunyai jiwa leadership dalam memutuskan suatu masalah, jika terjadi banyak request yang overload order taker
harus mampu melihat kondisi urgency tersebut.

Job Description Order Taker
a. Melakukan hand over dengan supervisor atau order taker shift
sebelumnya pada saat akan memulai kerja, dan pada saat akan
menyelesaikan tugasnya.
b. Mencatat segala informasi dari telepon atau complaint tamu pada log book, atau dari department lain, maupun telepon dari luar.
c. Menerima setiap request tamu melalui sambungan telepon atau direct request, untuk di follow up.
d. Mengelola administrasi dengan baik .
e. Membuat setiap purchase request untuk setiap Material Requestion
f. Bertanggung jawab atas persediaan peralatan administrasi.
g. Menerima laporan kerusakan dan membuat work order.
h. Menghandle Lost and Found.

i. Membuat log inventory linen, cleaning supplies dalam system.

Adapun masalah-masalah yang ada di Public Area Section, sebagai berikut :

1. Lupa mencatat segala informasi dari telepon atau complaint tamu pada log book, atau dari department lain, maupun telepon dari luar,
2. Kesalahan melakukan proses perhitungan ketika hendak melakukan pemesanan barang,
3. Kurangnya ketegasan dalam memproses barang Lost and Found sehingga para staff dengan gampangnya mengambilnya. 


9) Laundry dan Linen Section


Laundry
Laundry adalah bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab atas pencucian semua linen, baik itu house laundry maupun guest laundry. Sekarang ini dalam  menjalankan operasionalnya, laundry juga melayani pencucian dari luar hotel yang bertujuan  untuk meningkatkan pendapatannya.
Tugas utama laundry adalah membantu operasioanal   hotel   yang berhubungan  dengan  proses pencucian  linen untuk guest room,  restaurant  dan meeting room serta uniform bagi karyawan. Sekarang  ini,  penyediaan  fasilitas  laundry  sangat  wajib, selain  fasilitas bagi tamu juga untuk memenuhi keperluan linen-linen bersih yang dibutuhkan bagi operasional hotel. Operasional laundry di suatu hotel sangat bervariasi, secara umum hingga pukul 21:00 malam   bahkan   lebih   awal, sebagai   usaha   untuk   menekaan   biaya operasionalnya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menentukan jam operasional laundry di suatu hotel, antara lain:
1. Tingkat  occupancy,  makin  tinggi  occupancy  maka  linen  dan  guest  laundry semakin banyak sehingga memprosesnya semakin lama.
2. Total output kilogram mesin washing, semakin besar jumlah outputnya, semakin banyak linen yang diproses.
3. Parstock linen  suatu  hotel, parstock  yang  kurang  menyebabkan laundry  harus memprosesnya hingga selasai untuk keperluan besok hari.

Sub Attendant Dalam Laundry Section
1.      Chief laundry ialah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan operasional laundry
2.      Washer bertugas mencuci linen
3.      Presser berperan dalam proses pelicinan linen
4.      Checker berfungsi memeriksa keadaan cucian yang akan dicuci
5.      Marker bertugas member tanda pada guest laundry yang akan dicuci agar tidak tertukar
6.      Dry cleaner bertugas mencuci guest laundry tanpa menggunakan air
7.      Guest valet bertugas dalam pengambilan dan pengiriman guest laundry

Laundry machine
1.      Washing machine adalah mesin pencuci linen berkapasitas  23-125 kg
2.      Pressing machine berfungsi untuk melicinkan linen
3.      Flat roll ironer adalah mesin yang digunakan untuk melicinkan linen dalan ukuran besar seperti bed sheet
4.      Extractor machine berfungsi untuk memeras cucian
5.      Drying machine untuk mengeringkan cucian hingga 80◦C
6.      Susi Q adalah mesin yang berfungsi untuk melicinkan pakaian berupa jaz, safari dan sejenisnya

Tujuan pencucian
1.       Menghilangkan noda atau kotoran.
2.       Menjaga pakaian agar bebas dari kuman.
3.       Menjaga sifat asli dari pakaian tetap bertahan.
4.       Mencegah agar pakaian tidak cepat rusak.

Dalam  proses pencucian ada 4 faktor yang menentukan kualitas hasil cucian, yaitu:

1)       Chemical Action
Merupakan proses interaksi antar kain, kotoran dan konsentrasi bahan kimia untuk mengangkat kotoran dari bahan kain. Dalam operasional laundry, apabila konsentrasi bahan kimia ditambah, maka komponen lainnya dapat dikurangi dengan hasil tetap. Namun bila konsentrasi dikurangi terlalu banyak akan menghasilkan cucian yang kurang baik walaupun proses mekanik, waktu dan temperatur ditingkatkan.
Bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pencucian meliputi :
Detergent, wetting agent, optical brightener dan anti redeposition agent.
Alkali
Bleaches
Sour
Finishes meliputi pabric softener bacteria control, mildew preventation dan starch.
Specialities misalnya enzymes
2)       Mechanial Action
Merupakan proses pengucekan (agitation) dalam mesin cuci. Pada saat kain bergesekan satu sama lain akibat proses putaran mesin dalam air dan larutan detergent yang terjadi secara berulang-ulang maka terjadilah pelepasan kotoran dan penyebaran bahan kimia untuk meningkatkan efektivitas. Proses tersebut tidak terlalu berfungsi untuk pencucian dengan tingkat kotoran ringan, tetapi lebih berfungsi untuk tingkat kotoran berat. Tanpa adanya proses mekanikal, maka kotoran berat akan sulit hilang dari pakaian.
Efektivitas mechanical action tergantung dari 5 faktor, yaitu :
1.       Duration (Waktu)
Makin lama proses pengucekan, makin besar proses mechanical action pada pakaian artinya 10 menit pengucekan lebih baik daripada 5 menit.
2.       Water Level (Tingkat ketinggian air)
Mechanical action akan berkurang bila water level ditingkatkan. Bila air terlalu banyak, maka pakaian yang dicuci akan terapung hingga prosesnya tidak efektif.
3.       Load weight and volume (Berat dan volume pencucian)
Over loading akan membatasi proses mechanical action pada proses pencucian sedangkan Under Loading akan menyebabkan pemborosan energy, air dan chemical. Mechanical action yang berlebihan pada under loading merupakan penyebab kedua yang memegang andil dalam kerusakan linen setelah satal pemakaian bleach.
4.       Fabric Type (Type kain)
Masing-masing kain memiliki berat yang berbeda. Sebuah mesin cuci yang mencuci 200 kg kain katun yang masih kering mialnya hanya dapat diisi dengan 65/35 polyester/cotton sebanyak 150 kg. Walaupun beratnya berbeda tetapi masing-masing jenis kain mengambil tempat yang sama.
5.       Soil content (Tingkat kekotoran)
Mesin harus diisi berdasarkan berat kering linen disesuaikan dengan tingkat kekotoran. Misalnya mesin cuci yang mencuci 200 kg kain katun dengan tingkat kkotoran 5% maka dapat diisi sebanyak 190 kg (200 kg – (200 kg x 5%)).

3)       Temperature (Suhu)
Temperatur air harus sesuai dengan warna cucian dan juga jenis chemical yang dipakai. Contoh : Untuk cucian berwarna putih dapat digunakan temperatur yang sangat tinggi, cucian yang berwarna gelap digunakan temperatur rendah atau dingin dan cucian warna terang digunakan air hangat. Namun itu juga harus dilihat dari jenis warna dan bahannya. Dalam menentukan temperatur air sangat tergantung dari kondisi kotoran, jenis kain, warna dan bahan kimia yang digunakan.
Flushes : 20 – 60 ‘c
Suds : 40 – 70 ‘c
Setiap kenaikan suhu 10′c akan menyebabkan reaksi kimia dua kali lebih cepat, namun bukan berati makin bahwa makin panas temperaturnya akan memberikan hasil yang lebih baik.Energy akan terbuang percuma karena detergent dan bleach
mempunyai batasan suhu, enzyme misalnya akan efektif pada uhu yang rendah.

4)       Time / duration (waktu)
Waktu yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal, terutama pada saat pencucian (suds). Waktu yang cukup untuk bahan kimia dapat bereaksi dengan kotoran. Juga diperlukan waktu bagi kotoran untuk lepas dari serat kain ke lautan detergent.
Dalam usaha untuk meningkatkan produktivitas, dibawah ini diberikan panduan yang dapat digunakan yaitu :
Flushes dan rinse / pembilasan dengan waktu 2 – 3 menit.
Suds biasanya 5 – 15 menit tergantung dari jenis dan tingkat kekotoran.
Bleaching biasanya 7 – 10 menit

Sours berkisar 5 – 6 menit

Adapun masalah-masalah yang ada di Laundry Section, sebagai berikut :
1. Kurang teliti dalam hal penghilangan noda pakaian tamu ataupun noda pada linen-linen hotel,
2. Lupa memberikan tag pada pakaian tamu,
3. Kurang ketelitian dalam menangani pakaian tamu yang di laundry sehingga mengakibatkan kerusakan pada pakaian tersebut.

Linen
Linen dalam laundry sangat penting karena sebagian merupakan fasilitas yang akan digunakan oleh tamu, seperti sheet, towel, napkin dan lainnya. Tetapi sering kali tanpa disadari linen tersebut menghilang tanpa alasan yang jelas atau catatan, baik rusak maupun hilang. Jadi inventory linen dalam hotel sangat penting untuk mengetahui kemana linen tersebut beredar, apakah linen tersebut sedang terpasang, kotor ataupun di proses dalam pencucian laundry.
A.     Pengertian Linen dan Linen Room
            Linen adalah jenis benang atau kain yang terbuat dari serat – serat batang rami halus (flax). Bahan linen itu kering alamiah namun lunak saat dipakai bila dikelantang, warnanya akan abu – abu coklat sampai putih cream. Meskipun lebih peka terharap zat kimia, linen menyerap uang air lebih cepat dibanding katun. Selain kaku, linen juga memilki kilau alamiah, berbeda dengan katun yang umumnya lunak dan serat tidak mengkilap.
            Linen umumnya digunakan untuk membuat benda – benda yang membutuhkan kekuatan tinggi, termasuk benang jahit, senar jaring ikan, dan penutup kasur. Namun, saat ini serat – serat sintetis baru seperti nilon dan dacron dapat mengganti fungsi linen dalam beberapa hal.
            Untuk menyimpan seluruh linen, linen section mempunyai tempat khusus yang disebut linen room. Linen room harus terletak di tempat yang baik dan strategis agar mudah dijangkau dan memudahkan penerimaan linen kotor dari kamar – kamar tamu dan food and beverage outlet, serta mengirimkan linen yang masih bersih untuk dipasang.
            Linen room tidak boleh berdekatan dengan kitchen karena bau masakan dapat mempengaruhi kondisi linen yang mungkin saja akan terbawa sampai ke ruang tamu. Agar pelaksanaan kerja dapat berjalan lancar dan efektif, maka linen room harus :
·         Cukup luas sehingga para petugas dapat bekerja secara leluasa dan baik.
·         Lantai bersih, tidak licin, mudah pembersihannya, sebaiknya terbuat dari porselin berwarna putih dan polos.
·         Dinding dan langit-langitnya tinggi dan mudah dibersihkan.
·         Mempunyai penerangan yang cukup tetapi tidak menyilaukan, dan sirkulasi udara lancar agar linen yang ada didalam ruangan itu tidak menjadi lembab.
·         Jauh dari kitchen ( dapur) untuk menghindari bahaya kebakaran serta tidak terkontaminasi bau masakan.
·         Mudah dijangkau, untuk memperlancar penukaran linen.
·         Dilengkapi dengan rak-rak penyimpanan linen dan uniform karyawan.
·         Ada counter tempat penukaran linen  guna menghindari masuknya orang-orang yang tidak berkepentingan.
·         Pintu dapat  dikunci dengan baik demi keamanannya.
Guna melancarkan tugas di linen room,  sebaiknya dilengkapi dengan perlengkapan kerja sebagai berikut:
·         Kereta khusus untuk membawa linen , baik linen kotor maupun yang bersih
·         Kursi, meja beserta laci-lacinnya untuk melaksanakan tugas administrasi
·         Keranjang atau kotak besar tempat linen kotor.
·         Tangga untuk mengambil linen dari rak yang tinggi.
·         Mesin jahit guna memperbaiki linen atau uniform yang rusak serta cucian tamu yang perlu diperbaiki.
·         Telepon sebagai alat komunikasi dengan seluruh seksi dan department yang ada dihotel.

B.     Jenis Linen Supplies
            Linen supplies yang dipergunakan di Housekeeping Department  meliputi :
1.      Bed skirt, berfungsi sebagai penutup spring box (bed) hingga menutup seluruh kaki bed, warnanya disesuaikan dengan interior.
2.      Bed pad, yanitu alas tidur yang dipasang di atas matras, berfungsi :
a.       Sebagai peredam panas karena kasur terbuat dari busa, agar tamu dapat tidur dengan nyaman.
b.      Sebagai peredam kotoran. Terutama bila ditempati oleh anak – anak yang terkadang ngompol. Bed pad ini dapat dilepas dan dicuci sementara kasurnya tetap bersih.
3.      Sheet, terdiri dari dua jenis yaitu double sheet yang berukuran 230 x 275 cm dan single yang berukuran 175 x 275 cm. Setiap bed dipasang 3 pcs, yaitu :
·         Lembar pertama sebagai alas tidur di atas matras (kasur)
·         Lembar kedua dan ketiga sebagai pembungkus blanket (selimut) agar bulu – bulu selimut tidak mengenai kulit tubuh secara langsung yang dapat mengakibatkan gatal – gatal bagi sebagian tamu atau bulu selimut tidak mengotori bau tidur tamu.
·         Blanket (selimut), yang double berukuran 230 x 250 cm, dan single berukuran 175 x 250 cm.
·         Bed cover ( spring bed) dipasang di atas matras paling atassebagai penutup bed sehingga sebelum dipakai oleh tamu, bed ini masih dalam keadaan bersih, rapi, disamping juga menjadikan kamar tidur tampak indah, karena bed ini biasanya berwarna lembut menawan sesuai warna lantai kamar bed cover (karpet).
4.      Pillow case (sarung bantal), berukuran 50 x 75 cm.
5.      Towel (handuk) yang terdiri dari :
Ø  Bath towel, handuk untuk mandi, berukuran 60 x 122 cm.
Ø  Hand towel, handuk untuk lap tangan, berukuran 20 x 100 cm.
Ø  Face towel, handuk khusus untuk lap muka, berukuran 30 x 45 cm.
Ø  Bath mats, dipakai untuk membersihkan kaki, sebagai keset, sebelum masuk kedalam bath tub untuk berendam, berukuran 60 x 90 cm.
6.      Glass curtain, hordyin jendela yang tipis, transparan (glass) disebut juga net curtain karena seperti jaring.
7.      Night curtain, hordyin jendela yang tebal, yang dipasang atau ditutup pada malam hari, disebut juga black out curtainkarena dari luar kelihatan gelap shingga orang tidak dapat melihat ke dalam kamar.
8.      Shower curtain, hordyin yang dipasang di dalam kamar mandi diatas bath tub (bak mandi) ketika tamu mandi dengan shower. Ujung bagian bawah curtain ini masuk kedalam bath tub sehingga air tidak menggenangi lantai kamar mandi.
9.      Dust cloth, serbet atau lap untuk membersihkan meja, kursi, cermin, dan perlengkapan lain di dalam kamar.
10.  Glass cloth/glass towel, serbet atau lap khusus untuk mengeringkan gelas gelas sehabis dicuci.
Sedangkan linen supplies yang dipergunakan oleh Food and Beverage Department adalah sebagai berikut :
1.      Multon, terbuat dari bahan laken (kain yang lembut dan agak tebal) yang dipasang diatas meja, tepat dibawah taplak meja.
-           Untuk meredam panas hingga cat atau politur mja tidak lekas luka.
-          Untuk meredam suara saat petugas meletakkan/memasang alat – alat makan atau minum di atas meja.
2.      Tables cloth (taplak meja), untuk menutup meja makan. Taplak ini ada berbagao jenis ukurannya, sesuai dengan ukuran dan bentuk meja makannya. Begitu pula untuk tiap – tiap out let (restaurant), kadang mempunyai warna yang berbeda, disesuaikan dengan interior restaurantnya.
3.      Napkin, serbet makan yang dipasang diatas meja makan dengan berbagi macam bentuk yang sekaligus berfungsi sebagai hiasan. Ada yang berbentuk kipas, kupu – kupu, bunga mawar, topi, piramid, dll.
4.    Table skirting, di dalam suatu pesta dimana hidangan (makan dan minuman) sudak ditata diatas meja panjang (buffet table), maka daun meja ditutup dengan taplak sedangkan bagian sampingnya ditutup dengan kain panjang, menjuntai ke bawah hingga menutup seluruh kaki meja. Penutup ini juga berfungsisebagai penghias sehingga dibuat berimpel – rimpel untuk mempercantik bentuk skirting.
5.    Green velvet, digunakan untuk taplak meja sidang atau rapat – rapat di dalam ruang pertemuan dan biasanya terbuat dari bahan wool berwarna hijau, walaupun ada juga yang berwarna lain (biru, merah , kuning). Ukuran panjang satu setengah meter sampai empat meter, sedangkan lebarnya 90 cm atau lebih.
6.    Tray mat/place mat, kain penutup nampan, terbuat dari kain batik ataubahan lain sehingga tidak licin saat dipakai untuk membawa hidangan bagi para tamu.
7.    Glass towel/ glass cloth, untuk mengeringkan gelassetelah dicuci, serta mengelap gelas sebelum dipasang, diatas meja makan.
8.    Kitchen towel, kain lampin untuk mengangkat alat – alat dapur yang panas, misalnya panci, belanga, dll.
9.    Apron (celemek), rok yang dipakai untuk cooker (juru masak)  atau waiter untuk menutup tubuh bagian depan agar pakaian dinasnnya tidak cepat kotor.
10.                        Service napkin, serbet lap yang dipakai oleh waiter restaurant saat menuang air es kedalam gelas minum agar tidak menetes dan membasahi tamu.

C.     Proses Pencucian Linen
Setelah diadakan perputaran linen-linen tersebut digunakan bagi keperluan operasional seperti menyiapkan kamar, atau kegiatan layanan makanan dan minuman di hotel. Pada esok harinya linen tersebut akan diganti dengan linen baru agar dapat diketahui sumber linen kotor  tersebut bermula baik itu dari kelalaian pada seksi atau departemen lain atau dari kamar tamu. Adapun proses pencucian linen, sebagai berikut :
1.      Pengumpulan Linen Kotor ( Collecting a soiled Linen)
Linen- linen kotor dikumpulkan dalam Linen humper ( untuk room section). Kemudian, petugas linen akan mengambil linen yang kotor dari Linen hunper , sekaligus mengumpulkan dan mencatat jenis dan jumlahnya. Pencatatan ini penting dilakukan untuk menghitung jumlah linen yang dipakai dan diganti. Penghitungan antara keduanya harus sama, sedangkan untung linen kotor dari restaurant, pengumpulannya dilakukan langsung oeh petugas restaurant itu sendiri. Setelah diambil dari kamar maka linen kotor dibawa ke Linen room untuk dibuatkan daftar cucian dan administrasi lain sebagai fungsi kontrol. Adapun hal-hal yang harus di perhatikan yaitu sebagai berikut :
a.      Semua linen yang akan dicuci di Laundry, harus melalui General Linen Room disertai daftar cucian.
b.      Jumlah linen kotor yang dikirim harus tertulis di dalam daftar cucian.
c.       Setelah sampai di binatu, linen kotor akan dihitung oleh Linen Checker bersama dengan Linen Boy dan petugas linen.
d.      Hasil penghitungan akan ditulis pada daftar cucian.
e.       Pengiriman kembali linen bersih ke ruang linen ( Linen Room) harus sama dengan  jumlah linen kotor yang dikirim dan disertai dengan daftar cucian.
f.       Jika terjadi perbedaan, harus segera ditinjaklanjuti.

2.      Pengiriman ( Delivering a soiled linen)
Pengiriman linen kotor pada umumnya dilakukan petugas Linen Boy/ Linen runner dengan beberapa cara, antara lain :
a.       Dipikul
Cara ini sudah jarang digunakan di hotel- hotel, mengingat resiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi sangat tinggi. Linen kotor yang akan dibawa bukan hanya satu atau dua klembar saja, melaikan bias saja dalam jumlah yang banyak. Kalau cara ini terpakasa dilakukan maka harus memperhatikan beran beban yang akan dibawa, misalnya sebagai berikut :
1)      Linen harus dibungkus dengan linen lain sehingga kemungkinan ada linen yang rusak atau ternoda.
2)      Oleh karena digunakan sebagai pelindung linen yang lain, maka linen pembungkus tidak boleh diletakan sembarangan.
3)      Linen tidak boleh diseret.
b.      Menggunakan Kereta Linen (Linen Trilley)
Cara ini paling banyak dijumpai di hotel, karena mengingat efisiensi kerja dan kemudahan dalam pengantaran. Karena penggunaan kereta, maka linen terjaga kebersihannya dan petugas terhindar dari keseleo atau kecelakaan kerja.
c.       Menggunakan Saluran Linen ( Linen Chute)
Saluran linen diprgunakan di hotel-hotel bertingkat, untuk mempermudahkan pengiriman linen kotor dari lantai-lantai tinggi. Jika hotel menyediakan linen chute sebagai sarana untuk mengirim linen kotor maka ada hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:
1)      Pastikan tidak ada benda-benda tajam didalam saluran linen.
2)      Pada tempat keluaran linen (di laundry) perlu ditempatkan trolley penampungan agar linen tidak jatuh secara langsung ke lantai. Pastika kebersihan linen chute-nya.
3)      Jagan memasukan linen terlalu banyak sehingga menutupi saluran.

3.      Pemeriksaan / Penyortiran Linen Kotor ( Checking a Soiled Linen)
Setelah linen kotor berada di laundry untuk dicuci, maka petugas laundry akan melakukan pemeriksan dan penyortiran linen. Adapun hal-hal yang akan diperiksa sebagai berikut:
a.       Jenis dan jumlah linen.
b.      Asal depratement.
c.       Kerusakan atau ternoda.
Pada kegiatan penyortiran, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
a.       Jenis kain
1)      Asal bahan ( cotton, polyster, rayon, nylon, silk, wool ).
2)      Warna ( putih atau warna mda, tua, campuran).
3)      Tingkat ketebalan kain.
4)      Ukuran kain.
b.       Tipe Kotoran
1)      Yang larut dalam dry cleaning solvent ( minyak, oli, atau lili).
2)      Yang larut di dalam air ( gula, galam, kecap, soup, atau bumbu).
3)      Yang larut dalam banyuan mekanis (tanah dan lumpur)
4.      Pencucian (Washing)
Pada proses pencucian, yang harus diperhatikan adalah kapasitas mesin dan jenis tekanan mesin yang diperlukan. Petugas pencucian harus mengetahui dengan benar pengoperasian mesin. Sebelum dicuci dengan proses pencucian, terlebih dahulu linen tersebut direndam dan dihilangkan nodanya. Setelah direndam, lakukanlah tahap pencucian sebagai berikut :
a.       Dicuci dengan detergen lalu dibilas.
b.      Diperas dan dibilas kembali.
c.       Diperas lagi ( dibilas bleh sampai 3x).
5.      Pemerasan (Extracting)
Proses pemerasan dilakukan dengan menggunakan mesin extractor. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan mesin tersebut harus disesuaikan dengan jenis linen yang akan diperas. Yang harus diperhatikan pada saan menggunakan mesin pemeras, yaitu sebagai berikut:
a.       Perhatikan kapasitas mesin.
b.      Atur kecepatan pemerasan (tinggi, sedang atau rendah).
c.       Perhatikan kadar air pada waktu pemerasan.
6.      Pengeringan (Drying)
Proses pengeringan dilakukan untuk menyempurnakan proses pemerasan sehingga linen kering sempurna sehingga siap untuk digunakan kembali. Bila linen tidak sempurna keringnya dapat menimbulkan jamuran, noda ataupun bau yang kurang sedap.
Yang harus diperhatikan pada saat pengeringan linen adalah sebagai berikut:
a.       Perhatikan tingkat kecepatan mesin pengering.
b.      Ataur waktu yang diperukan sesuai dengan jenis linen.
c.       Linen tidak boleh terlalu dikeringkan.
7.      Penyetrikaan (pressing)
Proses menyetrika linen-linen dapat menggunakan beberapa alat, yaitu sebagai berikut:
a.       Flat roll ironer, yaitu mesin yang digunakan untuk menyetrika linen-linen hotel yang berupa lembaran. Misalnya, seprai, sarung bantal, tapak lena, napkin, dan sebagainya.
Yang harus diperhatikan pada saat menggunakan alat ini adalah sebagai berikut:
1)      Linen tidak boleh terlalu basah/kering.
2)      Linen yang sobek jangan do roll.
3)      Steam jangan terlalu panas.
4)      Bantal roll tidak merata.
5)      Dilakukan terus menerus.
Istilah lain untuk alat ini adalah Mangler/ roller.
b.      Hand ironer, alat setrika ini dipergunakan untuk linen-linen yang berukuran kecil dan dapat beberapa variasi. Dengan demikian tidak bias dimasukan ke dalam roll kain skirting yang telah dibentuk.
Yang harus diperhatikan pada saat menggunakan alat ini adalah sebagai berikut:
1)      Perhatikan ukuran panas harus sesuai dengan asal bahan.
2)      Perhatikan kabel tidak terlilit/terbuka.
3)      Selalu gunakan alas sepatu karet.

8.      Pelipatan Linen Bersih (Folding a Clean Linen)
Melipat linen dapat menggunakan mesin lipat secara manual. Pada hotel-hotel besar, pelipatan linen-linen berupa lembaran besar biasanya menggunakan folding machine yang tergabung dengan flat roll ironing. Ketika linen-linen tersebut dimasukan ke dalam roller, linen akan keluar diujung berikutnyasudah dalam keadaan terlipat. Bila dikerjakan secara manual, linen dilipat dengan tenaga manusai. Biasanya bila linen lembaran disetrika dengan roller tetapi tidak disediakan mesin pelipatnya, makan linen yang sudah disetrika tersebut akan menumpuk menunggu dilipat oleh petugas. Hal ini karena umumnya kecepatan mesin bila dibandingkan dengan kecepatan tangan manusia jelas berbeda.

9.      Penyimpanan Linen Bersih (Storing a Clean Linen)
Penyimpanan lnen bersih harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh mengingat biaya yang dikeluarkan untuk pengadaanyantidak mudah dan jumlahnya tidak sedikit. Untuk menjaga kondisi linen tersebut, ruang penyimpanan harus bersih dan kering.
Linen-linen yang telah bersih dari laundry siap dikirim ke seksi-seksi yang membutuhkan. Sebelum dikirim ke seksi-seksi  linen tersebut disimpan dengan rapi secara berkelompok.
a.       Untuk memudahkan pengecekan setiap tumpuk linen harus sama jumlah dan jenisnya.
b.      Usahakan ada celah antara tumpukan agar ada sirkulasi udara.
c.       Gunakan system FIFO dalam pendistribusian.
d.      Lena yang berukuran besar diletakan pada rak yang plaing bawah.
e.       Lena yang sering digunakan diatur pada rak yang sejajar dengan tangan.
f.       Berikan label untuk setiap jenis lena pada rak.
g.      Sisihkan lena yang rusak.
10.  Pengiriman Linen.
Pengiriman linen ke seksi-seksi dilakukan dengan kereta roomboy dan disesuaikan dengan tingkat hunian kamar.
11.  Penggunaan Linen.
Dalam penggunaan linen perlu diperhatikan dengan baik sehingga linen yang rusak/ ternoda dapat diminimalkan. Bila ada penyalahgunaan terhadap penggunaa linen segera lapor kepada atasan.

D.     Cara Menyimpan Linen
Agar awet, linen tentu saja harus disimpan sebaik-baiknya. Untuk itu ada berbagai hal yang harus diperhatikan didalam menyimpan linen, yaitu:
Ø  Linnen yang telah dicuci dan dihaluskan dilaundry harus disimpan diatas rak penyimpanan (Linnen Rack) dan di atur menurut ukurannya.
Ø  Lipatan linnen  harus menghadap keluar agar memudah kan penghitungan maupun  pengambilannya.
Ø  Pengambilan linnen harus dilakukan dengan sistem FIFO (First In First Out), dimana linnen yang baru dikirim dari laundry harus disimpan dirak dengan posisi paling bawah agar digunakan belakangan, yaitu setelah linen yang ada di atasnya terpakai. Dengan kata lain, yang tersimpan terdahulu harus dipergunakan terdahulu, yang disimpan belakangan digunakan belakangan. Hal ini dimaksudkan supaya long life (umur) linnen tersebut menjadi panjang, awet damn tidak mudah rusak.

E.     Linen Parstock dan Linen Inventory
            Linen parstock adalah jumlah persediaan linen yang dibutuhkan dalam peredaran, atau jumlah persediaan linen yang diperlukan dalam operasi hotel. Persediaan linen ideal adalah 5 par (limat set) dengan asumsi :
·         1 par terpasang
·         1 par di linen room
·         1 par di main linen room sebagai cadangan
·         1 par kotor (belum dicuci)
·         1 par di laundry dalam proses pencucian
Hal ini tidaklah mutlak, tetapi sangat tergantung terhadap kemampuan hotel serta management policy.
            Adapun pengadaan parstock ini meliputi semua perlengkapan yang diperlukan bik di Floor Section maupun Food and Beverage outlet. Minimal perlengkapan linen yang harus dimiliki oleh suatu hotel dalam operasinya adalah 3 par dengan asumsi :
·         1 par terpasang
·         1 par kotor
·         1 par siap pakai
Untuk menghitung parstock yang diperlukan Floor Section, yaitu linen supplies yang digunakan dikamar tamu (guest room), rumusnnya adalah sebgai berikut :
[     Jumlah kamar x jumlah linen supplies yang terpasang x parstock    ]
Contoh 1 :
            Sebuah hotel memiliki 50 buah kamar twin bed room. Satu bed dipasang 3 single sheet. Satu kamar (dengan dua bed), berarti sheet yang dipasang 6 pcs. Bila hotel tersebut menggunakan 3 parstock single sheet, maka jumlah sheet yang diperlukan adalah :
            50 x 6 x 3 = 900 pcs
Keterangan : 50 = jumlah kamar
6 = sheet yang terpasang
3 = parstock

Contoh 2 :
Di dalam restaurant terdapat 25 buah meja. Masing- masing meja untuk empat orang. Berapa table cloth serta napkin yang harus tersedia untuk 3 par?
Jawab :
Napkin yang terpasang 25 x 4 pcs = 100 pcs.
Jadi linen supplies yang harus tersedia adalah 3 par :
Table cloth = 25 x 3 = 75 pcs.
Napkin = 100 x 3 = 300 pcs.
Ini untuk satu restaurant.
Jika restaurant lebih dari satu maka tinggal menghitungnya :
            Jumlah meja x jumlah linen supplies yang terpasang (table cloth dan napkin) ditiap meja x parstock :
Table cloth = 100 x 1 x 3 = 300 pcs.
Napkin       = 100 x 4 x 3 = 1200 pcs.
Keterangan : tiap satu meja dipasang 1 table cloth dengan 4 napkin.
Linen inventory yaitu pengecekan atau perhitungan terhadap jumlah lena yang dimiliki hotel yang sedang beredar. Tujuannya :
·         Mengetahui jumlah linen yang beredar.
·         Mengetahui bila ada kekurangan linen.
·         Mengetahui jumlah linen yang hilang.
·         Mengetahui jumlah linen yang rusak.
·         Mengetahui bila ada kemacetan linen.
·         Dapat mengrontrol linen lebih baik.
·         Dapat mengadakan rekapitulasi lena secepatnya.

Adapun masalah-masalah yang ada di Linen Section, sebagai berikut :

1. Kurang kerapihan dalam proses penyetrikaan dan pelipatan linen-linen hotel,
2. Lambatnya proses sehingga menghambat kinerja Room Attendant,
3. Kurangnya alat yang memadai sehingga membantu kelancaran pekerjaan.



If i have any mistakes, i wanna say sorry and i hope this article is useful for those who read this article.

Thank You.

Notice
Merah : Housekeeping
Biru    : Front Office